Angkatan Darat India Hidupkan Opsi Rudal Spike Sebagai Stop Gap

Militer.or.id – Angkatan Darat India Hidupkan Opsi Rudal Spike Sebagai Stop Gap.

Full scale mock up of a Spike ER missile. (Rhk111 via commons.wikimedia.org)

Militer.or.id – India berencana memesan Rudal “Spike” Israel dalam upaya meningkatkan kemampuan anti-tanknya melawan musuh bebuyutannya, ujar seseorang dengan pengetahuan tentang masalah tersebut, dirilis Bloomberg.com, 31-5-2018.

Angkatan Darat India ingin membeli Rudal Spike sebagai “stop gap” sebelum Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India, dapat memasok misil anti-tank buatan dalam negeri, dalam 3 tahun ke depan.

HARUS BACA :  Korps Marinir AS Butuh Helikopter Mi-24 Serta Mi-17

Proposal pembelian berada pada tahap lanjut dan menunggu persetujuan pemerintah India, kata orang itu, tanpa memberikan rincian apapun. Mereka meminta untuk tidak diidentifikasi karena informasinya belum dipublikasikan.

Perintah untuk peluru kendali anti-tank, yang dibuat oleh perusahaan Israel Rafael Advanced Defense Systems Ltd, dapat ditempatkan tahun ini untuk memenuhi persyaratan mendesak tentara, kata orang itu.

Seorang juru bicara Rafael di Israel menegaskan bahwa kesepakatan potensial sedang dibahas, tetapi tidak akan berkomentar lebih jauh sampai ada yang ditandatangani.

HARUS BACA :  Malaysia Luncurkan Prototipe Kendaraan Logistik Militer
HARUS BACA :  Desain Kokpit Pesawat Tempur KF-X

Setelah proses pengadaan yang panjang, India mengakhiri rencananya untuk membeli Rudal Spike senilai $ 500 juta pada Januari 2018.

Keputusan itu datang tepat sebelum kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New Delhi, yang mengajukan pembatalan dengan mitranya dari India Narendra Modi selama pembicaraan bilateral. Netanyahu kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan itu telah kembali dihidupkan.

HARUS BACA :  Hacker Tawarkan Manual MQ-9 Seharga $ 150

India membatalkan kontrak itu setelah Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanannya berjanji akan mengirim misil anti-tank pribumi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat lebih dari 8.000 rudal anti-tank.

DRDO telah berjanji untuk mengirimkan Rudal buatan India untuk uji coba pada akhir 2018. Setelah uji coba berhasil, Rudal anti-tank India akan masuk untuk produksi massal pada 2021.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Rusia Sumbang 3 Batalion S-300PM ke Suriah – Militer.or.id

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Tes Psikologi Jadikan Prajurit Komando Tangguh