Mantan Jenderal Turki: Kesepakatan S-400 Adalah Respon Atas Ancaman AS

Militer.or.id – Mantan Jenderal Turki: Kesepakatan S-400 Adalah Respon Atas Ancaman AS.

Sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 © Russian MoD

Militer.or.id – Selain kesepakatan antara Turki dengan Rusia dalam pembelian sistem rudal pertahanan udara S-400, Ankara telah mengungkapkan harapannya untuk memproduksi bersama rudal pertahanan generasi berikutnya S-500.

Seperti dalam wawancara Sputnik dengan pensiunan jenderal Angkatan Udara Turki, Letnan Jenderal (Purn) Erdogan Karakus mengatakan bahwa kerjasama senjata Rusia-Turki berkembang pesat dan akan berdampak pada keseimbangan kekuatan dikawasan itu, yang saat ini terlibat dalam sejumlah konflik. Dia menambahkan bahwa itu mungkin dapat mencegah eskalasi lebih lanjut seperti serangan Israel-AS terhadap Iran.

“Di tengah ketidakpastian tentang pengiriman jet tempur F-35 buatan AS ke Turki, Ankara mencari varian alternatif untuk kerjasama militer. Terutama adalah memperkuat hubungan kita dengan Rusia dibidang teknis militer. Pada saat yang sama, Turki bekerja mengembangkan jet tempur sendiri, tetapi kami menghadapi penolakan Inggris atas hal ini”, menurut pensiunan perwira itu.

Menurut Karakus, kerjasama Rusia-Turki adalah untuk kepentingan kedua negara. Dia menunjukkan bahwa negosiasi tentang pengiriman S-400 menciptakan lingkungan yang tepat untuk produksi bersama sistem rudal S-500. Dia mengutip pernyataan terbaru Presiden Turki sebagai contoh kesiapan untuk tingkat kerjasama seperti itu.

HARUS BACA :  Perusahaan Israel Bebas Menjual Alutsista Non Rahasia – Militer.or.id
HARUS BACA :  Penasihat Assad: Maaf Trump, Rudal Anda Tidak Akurat

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini mengungkapkan bahwa Ankara menantikan produksi gabungan sistem pertahanan udara dan rudal generasi baru S-500 dengan Rusia.

“Saya telah menghubungi Presiden Putin dengan proposal tentang produksi bersama S-500”, tutur Erdogan dalam sebuah wawancara dengan TV-24.

Selain itu, kantor berita Anadolu mengutip pernyataan presiden Turki bahwa Moskow telah memberikan pinjaman kepada Ankara untuk membeli sistem rudal S-400 dengan “persyaratan yang sangat bisa diterima”.

HARUS BACA :  Trump Mengatakan Sebagian Kecil Pasukan AS Tetap Di Suriah

Berbicara tentang kerjasama strategis antara Turki dan Rusia yang berkenaan dengan kebijakan regional, pensiunan Jenderal menekankan bahwa baik Rusia maupun Turki ingin menangkis hegemoni negara-negara Barat di Timur Tengah, sehingga “aliansi” Turki-Rusia adalah tanggapan terhadap ancaman dari AS tersebut.

“Seperti diketahui bahwa AS bersama Israel kini sedang membuat rencana serangan gabungan terhadap Iran. Baik Rusia dan Turki pada dasarnya menentang rencana itu. Saya berasumsi bahwa kerjasama dengan Rusia, termasuk hubungan militer, dapat mencegah serangan terhadap Iran”, kata Karakus.

Kesepakatan mengenai pasokan S-400 Rusia ke Turki, yang ditandatangani pada bulan Desember 2017, memicu ketegangan antara Ankara dan Washington, yang mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki, karena Amerika Serikat yakin bahwa senjata tersebut tidak sesuai dengan pertahanan NATO, dan melarang pengiriman jet tempur F-35 yang telah dijadwalkan kepada Turki.

HARUS BACA :  Rafael Mengubah Roket Jadul Menjadi Senjata Presisi Tinggi

Meskipun ada ancaman sanksi dari AS, spekulasi atas kerjasama yang lebih dalam telah meningkat, karena Turki dilaporkan menunjukkan minatnya untuk membeli jet tempur generasi kelima Rusia.

HARUS BACA :  India Setujui Pembelian Sistem Rudal $1,5M dari Rusia

Andrew Heller, seorang analis dari perusahaan konsultan Inggris, IHS Jane, pun telah menyebut bahwa taipan senjata milik negara Rusia, yakni Almaz-Antey akan menjadi satu-satunya pemain asing di pasar militer Turki dalam sepuluh tahun ke depan, jika termasuk perjanjian S-400.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Rafael Mengubah Roket Jadul Menjadi Senjata Presisi Tinggi

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here