Kanada Bisa Persulit Pengadaan Jet Tempur Bagi Perusahaan AS

0
506

Militer.or.id – Kanada Bisa Persulit Pengadaan Jet Tempur Bagi Perusahaan AS.

Desain jet tempur F-35 Angkatan Udara Kanada © Alain Rioux via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Kanada sedang membahas perubahan untuk proses pengadaan jet tempur bernilai miliaran dolar yang dapat mempersulit bagi sebuah perusahaan AS untuk memenangkan kontrak karena hubungan perdagangan antara negara-negara tetangga itu sedang kusut, menurut dua sumber yang mengetahui tentang diskusi tersebut.

Dilansir dari laman Reuters, Kanada sedang mempertimbangkan apakah akan menghukum perusahaan dari negara-negara yang telah menyebabkan kerusakan ekonomi di Kanada, menurut sumber pada hari Rabu. Sementara keputusan akhir tidak diharapkan sebelum tahun depan namun ancamannya bisa diposisikan, langkah ini menunjukkan bagaimana sengketa perdagangan pemerintahan Trump meluber ke wilayah lain.

Seorang juru bicara untuk Menteri Pengadaan Federal Carla Qualtrough – yang memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk pembelian peralatan militer – menolak berkomentar. Sumber menolak untuk diungkapkan karena diskusi bersifat rahasia.

HARUS BACA :  Bangun Kapal Selam Nuklir, Korsel Lirik Desain Prancis

Jet tempur F-18 Super Hornet buatan Boeing Co dan F-35 buatan Lockheed Martin Corp adalah salah satu favorit yang berpeluang bisa mendapatkan kontrak untuk memasok 88 unit pesawat tempur, yang bernilai antara 15 – 19 milyar dollar Kanada (lebih dari US $ 11,3 miliar).

Sumber-sumber pertahanan telah lama mengatakan bahwa Angkatan Udara Kanada akan lebih menyukai jet tempur buatan Amerika, dengan alasan pentingnya beroperasi dengan mudah dengan pasukan bersenjata AS.

Dengan adanya perubahan dalam hal pengadaan alutsista akan memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemasok asal Eropa seperti Airbus SE yang memproduksi Eurofighter dan Saab AB yang memproduksi Gripen serta Dassault Aviation yang memproduksi Rafale.

Namun demikian, sumber-sumber pertahanan mengatakan bahwa jet Eropa kemungkinan akan menjadi usang pada tahun 2040-an, di mana mereka tidak bisa lagi memasukkan teknologi terbaru.

HARUS BACA :  Kalahkan Hanud Modern Butuh Strategi Cerdas

Kanada telah gagal selama hampir satu dekade untuk membeli pengganti pesawat tempur F-18 yang sudah tua, beberapa di antaranya bahkan telah berusia 40 tahun. Pemerintah terdahulu bermaksud membeli 65 unit jet tempur generasi kelima F-35 namun kemudian membatalkan keputusan itu, yang memicu penundaan dan tinjauan bertahun-tahun.

Ottawa telah mengatakan tawaran akan dievaluasi sebagian dengan memeriksa apakah perusahaan yang bersaing untuk tender telah menyebabkan kerusakan ekonomi masa lalu pada Kanada. Pejabat mengatakan pada saat ini ditujukan untuk Boeing, yang tahun lalu meluncurkan tuntutan perdagangan terhadap produsen pesawat asal Kanada, Bombardier Inc.

Pejabat pemerintah kini tengah membahas apakah Kanada juga harus mempertimbangkan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pemerintahan, referensi yang jelas terhadap memburuknya hubungan dengan Washington, kata sumber tersebut.

HARUS BACA :  Letkol Mar Didiet Hendra Wijaya Raih Medal of the National Defense Prancis

“Secara politis akan sulit menghabiskan dana miliaran dolar untuk kontrak dengan negara yang telah menyakiti Anda”, kata salah satu sumber, yang meminta untuk tetap anonim karena sangat sensitif terhadap situasi tersebut.

Namun, sumber-sumber tersebut menekankan bahwa diskusi tersebut masih dalam tahap awal dan Ottawa pada akhirnya bisa memutuskan untuk membatalkan bahasa yang telah diusulkan.

Presiden AS Donald Trump bulan lalu mengenakan tarif pada baja dan aluminium Kanada, mendorong Kanada untuk mengumumkan langkah-langkah pembalasannya sendiri. Trump juga mengancam pemberlakuakn tarif pada mobil Kanada, yang bisa sangat merugikan secara ekonomi kepada Kanada.

Ottawa membekukan pembicaraan dengan Boeing tentang kontes pengadaan jet tempur setelah tuntutan perdagangan perusahaan tersebut terhadap Bombardier gagal, pejabat Kanada menjelaskan bahwa perusahaan itu tidak akan didiskriminasi jika memilih untuk mengajukan penawaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here