Ekspor Alutsista Prancis Alami Penurunan

Militer.or.id – Ekspor Alutsista Prancis Alami Penurunan.

Jet tempur Dassault Rafale Angkatan Udara Prancis di landasan pacu. © Mark Harkin via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Prancis, eksportir senjata terbesar ketiga dunia setelah AS dan Rusia, telah mengalami penurunan tajam dalam ekspor pertahanan pada 2017 karena tidak adanya kesepakatan besar untuk menjual jet tempur Rafale baru, kementerian pertahanan mengatakan Senin yang dilansir dari laman Shepard Media.

Dalam laporan tahunannya ke parlemen, kementerian pertahanan mengatakan nilai ekspor turun menjadi € 6,9 miliar ($ 8 miliar) dari € 14 miliar pada 2016 dan rekor € 17 miliar pada tahun 2015. Dua tahun itu melihat pesanan ekspor besar pertama untuk Jet Rafale yang dibuat oleh Dassault Aviation – ke Mesir, Qatar, dan India.

HARUS BACA :  Pasukan Garuda Bagikan Daging Kurban di Pedalaman Kongo

“Hasil dari 2017, dengan € 6,9 miliar, sejalan dengan rata-rata dari tahun sebelum kontrak Rafale,” kata kementerian itu, menambahkan bahwa helikopter dan rudal membuat hampir setengah dari pesanan asing tahun lalu.

HARUS BACA :  China Promosikan Sistem Pertahanan Udara FM-90

Situasi ini diperkirakan akan membaik tahun ini menyusul akuisisi 12 jet Rafale di Qatar. Pada bulan Maret, negara Teluk telah membayar uang muka, memungkinkan Dassault untuk mencatat kesepakatan dalam buku pesanan 2018-nya.

HARUS BACA :  Korps Marinir Pertajam Kemampuan Pasukan Pendarat

Kementerian mengatakan bahwa pesanan dari klien Timur Tengah naik menjadi € 3,9 milyar dari € 1,9 milyar pada tahun 2016, meskipun perlambatan ekonomi berasal dari harga minyak yang lebih rendah “yang menunda beberapa proyek akuisisi.”

Kementerian juga menolak 50 kontrak ekspor, terutama untuk pemerintah di Asia Tengah dan Selatan. Menteri Pertahanan Florence Parly akan menyajikan laporan selama audisi pada 4 Juli dengan anggota parlemen, beberapa di antaranya mendorong untuk lebih banyak kontrol parlemen pada penjualan senjata.

HARUS BACA :  India-Rusia Bahas Pembelian S-400 Senilai USD 5,5 Miliar

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Dirgantara Indonesia targetkan pesawat terbaru N-245 terbang 2018

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Rusia Sukses Luncurkan 4 Rudal Bulava Secara Salvo