Polandia Alami Masalah dengan MANPADS Piorun

0
309

Militer.or.id – Polandia Alami Masalah dengan MANPADS Piorun.

Sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) Piorun buatan Polandia © Polandia MoD via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Menurut hasil audit, bahwa pabrik memproduksi rudal yang rusak dan berulang kali gagal dalam pengujian, mencegah pengiriman tepat waktu ke Angkatan Bersenjata Polandia, seperti dilansir dari laman Rzeczpospolita.

Rudal Piorun alias Lightning adalah sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) yang tercanggih dan dilengkapi rudal berpemandu yang dirancang untuk menargetkan pesawat yang terbang rendah.

Sistem Piorun telah dikembangkan selama setidaknya enam tahun, dimaksudkan untuk menggantikan rudal portabel Grom atau Guntur milik Polandia yang telah berada dalam pelayanan sejak pertengahan 1990-an.

HARUS BACA :  Lacak Kapal Selam AS, Rusia Coba "Trik" Baru

Kemunduran Besar

Ulasan awal oleh siaran pers industri sangat menggembirakan, dengan sistem baru yang dilaporkan sangat maju tersebut sehingga dilarang untuk ekspor demi melindungi solusi teknologinya yang unik.

Namun, menurut laporan audit baru-baru ini, pengujian awal yang dilakukan September 2017 lalu menunjukkan adanya kesalahan mencolok dalam desain rudal. Motor misil itu dikatakan telah meledak secara tidak sengaja selama pengujian dan suatu keberuntungan bahwa insiden itu tidak memicu hulu ledak rudal, yang akan menyebabkan korban serius.

Rudal Piorun dianggap tidak aman dan seluruh batch yang telah diproduksi pabrik harus dihancurkan sebagai tindakan pencegahan atas insiden selanjutnya.

HARUS BACA :  Pengebom Strategis B-2 Spirit Mendarat Darurat di Colorado – Militer.or.id

Insiden ini telah membahayakan nyawa puluhan tentara yang hadir dilapangan pada saat itu, mendorong Kementerian Pertahanan Polandia untuk memerintahkan audit ke dalam proses manufaktur rudal-rudal tersebut.

Hasilnya, ditemukan bahwa beberapa struktur rudal terlalu tipis, dan ini terdapat sekitar 15 persen dari unit yang diuji, terlepas dari fakta bahwa seluruh unit sebelumnya telah melewati prosedur kontrol kualitas dari pabrikan.

Dibawah Tekanan

Menurut audit, beberapa karyawan perusahaan mengakui bahwa ada tekanan yang sangat besar untuk mengabaikan masalah tersebut sehingga produksi dapat terus dilanjutkan, meskipun kesalahan itu dilaporkan diketahui secara luas.

HARUS BACA :  Su-57 Terbang Manuver 5 Meter di Atas Tanah

Audit juga mengungkapkan bahwa karyawan yang berada di fasilitas produksi tak punya akses ke peralatan pengujian yang sesuai, yang berarti bahwa penyimpangan dari norma kontrol kualitas alias “quality control” (QC) tidak dapat dicegah.

Harian Rzeczpospolita menambahkan bahwa masalah QC rudal Piorun itu berlangsung di sepanjang pengujian lapangan selanjutnya, dan masalah yang sama tetap berulang, baik pada bulan April maupun di bulan Juni tahun ini.

Penyebab utama dari meledaknya misil itu dikatakan terkait dengan proses manufaktur, meskipun audit juga menunjukkan bahwa para insinyur yang bekerja pada proyek tidak dapat menemukan solusi teknis yang dapat diandalkan untuk elemen yang salah selama tiga tahun berturut-turut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here