Sulit Menang, F-35 Cuma Bisa Mendeteksi Su-35?

Sulit Menang, F-35 Cuma Bisa Mendeteksi Su-35?

Militer.or.id – Sulit Menang, F-35 Cuma Bisa Mendeteksi Su-35?.

Jet tempur multirole Sukhoi Su-35. © Russian MoD via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Menurut editor pertahanan di majalah National Interest, Dave Majumdar, untuk dapat unggul melawan Su-35 Rusia dimasa depan, pilot F-35 AS kemungkinan berharap pada rudal jarak pendek AIM-9X Sidewinder yang terintegrasi ke dalam weapon bay jet tempur siluman tersebut.

Namun, dalam konteks jet tempur Su-35 saat ini, hanya keterampilan dan pengalaman pilot F-35 yang dapat membantu mereka bertahan hidup. Menurut Dave Majumbar, untuk menang, F-35 harus menyerang target dari luar jarak pandang dan menghindari pertempuran jarak dekat.

Bahkan, sangat tidak mungkin komandan Angkatan Udara AS menugaskan F-35 jika masih ada ancaman terhadap F-35.

Jet tempur siluman F-35B Angkatan Udara Inggris (RAF) © Defence Imagery via Wikimedia Commons

Tepat sebelum Dave Majumbar membuat poin-poin ini, Komandan Angkatan Udara AS Jenderal Herbert Carlisle mengakui, bahwa “Jet tempur F-35 bukanlah pesawat fleksibel dan memang tak dirancang untuk pertempuran jarak dekat melawan Su-35 Rusia”.

“Pada pertengahan 2015, bukti telah muncul bahwa pesawat generasi terbaru AS telah diklaim mampu menyerang darat dan udara, tidak mampu dialihkan dan dipercepat. Cukup cepat untuk menang dalam pertempuran jarak dekat melawan jet tempur yang lainnya”, kata Carlisle.

Kurangnya kemampuan dukungan udara jarak dekat dapat dianggap sebagai masalah yang tak begitu besar, karena F-35 memang dirancang untuk melakukan misi jangka panjang. Namun, masih tergantung kepada Angkatan Udara AS untuk memutuskan F-35 sebagai pengganti 90% dari jumlah jet tempur taktis, sementara itu Rusia dan China secara aktif mengembangkan jet tempur modern untuk mampu bertarung jarak dekat.

Ini bukan pertama kalinya personil militer AS mengakui kelemahan F-35 atas jet tempur Rusia, terutama jet tempur multi peran Su-35. Pengakuan yang enggan diberikan oleh pejabat AS dan Australia sejak 2010 dalam simulasi pertempuran udara.

Secara khusus, pertarungan udara jet tempur supersonik dibuat, mensimulasikan jet tempur generasi 4++ Su-35 Rusia melawan armada campuran jet tempur F-22, F/A-18 Super Hornet serta F-35 AS. Hasilnya, skuadron tempur AS dihajar hingga “babak belur”.

Simulasi tersebut dilakukan di pangkalan Angkatan Udara Hickam AS di Hawaii, setidaknya di hadapan empat personel Angkatan Udara Australia dan Intelijen Militer. Dan anggota Kongres, Dennis Jensen, dengan jujur mengakui bahwa jet tempur siluman F-35 “dihajar tanpa ampun” oleh Su-35 Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan Aviation Week, juru bicara Angkatan Udara AS Bill Sweetman mengatakan bahwa F-35 benar-benar tergantung pada invisibilitas (teknologi siluman) dan tak sesuai untuk pertempuran udara jarak dekat karena mudah ditembak jatuh.

Untuk menghancurkan Su-35, maka F-35 ini harus lebih dekat, sehingga menempatkan dirinya pada risiko terdeteksi sistem radar kuat pada Su-35 Rusia, apalagi jet tempur tersebut memiliki rudal udara-ke-udara jarak jauh Vympel dengan jangkauan 400 km.

Para ahli juga mengatakan bahwa taktik tempur udara Angkatan Udara AS mengadopsi 3 prinsip yakni “mencari, menembak dan menghancurkan”. Dengan munculnya Su-35 Rusia, maka AS pun harus memodifikasi taktik tersebut.

Jet tempur siluman F-35 memang mampu mendeteksi Su-35 terlebih dahulu, tetapi untuk dapat menggunakan rudal maka ia harus bergerak lebih dekat, dan pada titik itu keduanya akan saling melihat.

“Jika demikian, keunggulan siluman F-35 akan berkurang secara signifikan”, sebut penjelasan Sweetman.

Dalam pertarungan jarak dekat, Su-35 Rusia memiliki kemampuan ajaib untuk terbang dengan kecepatan rendah dan pada saat yang sama mempercepat hingga ultrasonik, berubah menjadi sebuah jet tempur pemburu. Su-35 Rusia memiliki kecepatan maksimum 2,5 Mach, dan jarak tempuh 3.600 km, dapat membawa 12 rudal jarak menengah Vympel (varian modifikasi dari rudal R-77).

Sementara jet tempur F-35 AS hanya mampu membawa lebih sedikit rudal dan jarak tempuhnya hanya 2.222 km dengan kecepatan maksimum 1,6 Mach. Faktanya adalah bahwa F-35 AS tidak memiliki fitur “ajaib” yang sebagian besar angkatan udara di dunia membutuhkannya.

Sebaliknya, Su-35 Rusia menawarkan kinerja yang sebanding dengan jet tempur generasi kelima, dan bahkan yang lebih menakutkan bagi militer Barat adalah karena Su-35 yang sangat fleksibel dan bermanuver yang mustahil dilakukan oleh sebagian besar jet tempur AS.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *