Indonesia Akan Proses Su-35, Meski Berisiko Sanksi AS

Militer.or.id – Indonesia Akan Proses Su-35, Meski Berisiko Sanksi AS.

Jet tempur Sukhoi Su-35S menembakkan rudal dalam latihan di Ryazan Dubrovichi, Rusia © Eugeny Polivanov via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Kementerian Pertahanan RI ingin membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, meskipun langkah tersebut mungkin berisiko sanksi Amerika Serikat, seperti dilansir dari laman Jakarta Globe.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia, di bulan Agustus 2017. Sejumlah aset keuangan Rusia pun dibekukan oleh AS, akses ke pinjaman terbatas,dan ekspor-impor negara itu dengan AS telah ditutup. Sanksi tersebut pun dapat meluas ke negara manapun yang membeli produk Rusia, terutama alutsista.

Keinginan Indonesia ingin memperoleh 11 unit Su-35S dengan biaya $ 1,14 miliar untuk menggantikan armada F-5 Tiger tua. Disepakati tahun lalu bahwa Rusia akan menerima produk ekspor Indonesia seperti kopi, karet, minyak sawit dan teh dalam pembayaran.

HARUS BACA :  Rusia Catat Helikopter Tak Dikenal, Kirim Senjata ke ISIS di Afghanistan

Pada bulan Februari 2018, RI dan Rusia menandatangani kontrak untuk pengadaan, yang mencakup jet tempur Sukhoi Su-35 “full combat” atau lengkap dengan persenjataan dan peralatan pendukung lainnya.

“Jika kontrak mulai berlaku Agustus ini, maka dua unit akan tiba pada 2019,” kata kepala komunikasi publik kementerian Totok Sugiharto di Jakarta Kamis (09/08).

“Kita tidak memiliki musuh. Kita berhubungan baik dengan Amerika, karena kita juga membeli Hercules dari mereka. Kita kebetulan juga berhubungan baik dengan Rusia dan negara lainnya. Jadi, kita tidak membuat permusuhan”, katanya.

HARUS BACA :  Wakasal dan Pangkoarmada II, Warga Kehormatan "Manusia Katak"

Indonesia juga berencana untuk membeli lima pesawat pembawa Hercules terbaru untuk memperkuat sistem persenjataan militer dan mengganti model lama yang tersedia.

“Jika kita tidak menemukan kendala, pesawat-pesawat tersebut kemungkinan besar akan tiba dalam waktu dua tahun. Kita baru saja memesan mereka dari Rusia”, tambah Totok.

Pekan lalu, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengumumkan bahwa rencana untuk membeli jet tempur Su-35 tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat, karena adanya ancaman sanksi dari AS, seperti dilansir dari Militer.or.id.

“Apa yang akan Anda lakukan jika kita terkena sanksi ini? Coba dan pikirkan konsekuensinya”, kata Wiranto, seraya menambahkan bahwa pembelian senjata tidak sesederhana membeli barang-barang biasa. Banyak faktor yang harus diperhitungkan. “Semuanya harus sinkron, mengerti?”.

Beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, India dan Vietnam, berada dibawah ancaman sanksi Amerika Serikat untuk mengimpor sistem persenjataan yang diproduksi Rusia.

HARUS BACA :  Pindad Siapkan Eskavator Berukuran Besar untuk Palu

Sanksi tersebut bertujuan menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin akibat mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina, terlibat dalam perang Suriah dan intervensi dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Pada bulan Juli 2018, Menteri Pertahanan AS James Mattis telah meminta ke Senat AS untuk memberikan pengecualian kepada Indonesia, India dan Vietnam. Mencontohkan bahwa Indonesia telah menjadi bagian yang semakin penting terhadap keseluruhan strategi pemerintahan Trump di Asia Tenggara.

“Indonesia, misalnya, berada dalam situasi yang sama, mencoba beralih ke lebih banyak pesawat tempur AS, sistem pertahanan AS, tetapi mereka harus melakukan sesuatu untuk dapat mempertahankan legacy militer mereka”, kata Mattis.

Akhirnya, Komite Senat Amerika Serikat untuk Angkatan Bersenjata telah meloloskan sejumlah sekutu strategis termasuk Indonesia, Vietnam dan India dari sanksi embargo Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), undang-undang yang digunakan Amerika Serikat untuk memberikan sanksi atau embargo kepada suatu negara terkait dengan aktivitas belanja peralatan militer negara bersangkutan ke Rusia yang notabene merupakan saingan dari AS.

HARUS BACA :  Kapal Selam Pembunuh Kapal Induk Segera Muncul di St Petersburg

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Sistem Rudal Poliment-Redut Memasuki Layanan Tahun 2019

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here