25 Kapal Perang dan 30 Pesawat Rusia Berlatih di Mediterania

Militer.or.id – 25 Kapal Perang dan 30 Pesawat Rusia Berlatih di Mediterania.

ilustrasi: Kapal Penjelajah Admiral Ushakov dan Marshal Ustinov , Rusia. ( TONY ALLEYNE via commons.wikimedia.org)

Moskow, Militer.or.id – Rusia akan mengadakan latihan di Laut Mediterania pada tanggal 1 sampai 8 September 2018 dengan melibatkan 25 kapal perang dan 30 pesawat, ujar Kementerian Pertahanan Rusia, Kamis 30-8-2018, dirilis TASS.

“Sesuai dengan rencana pelatihan Angkatan Bersenjata Rusia, latihan skala besar dari pasukan Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Udara akan dilakukan pada tanggal 1 sampai 8 September 2018 di Laut Mediterania di bawah pimpinan Panglima Angkatan Laut Laksamana Vladimir Korolyov, “kata kementerian itu.

HARUS BACA :  Chaiseri Delivered First Win II to Royal Thai Marine for Testing

Latihan di Laut Tengah akan melibatkan kapal perang Armada Laut Utara, Baltik, dan Laut Hitam serta Caspian Flotilla dan pesawat penerbangan jarak jauh, transportasi militer dan penerbangan Angkatan Laut, kata pihak kementerian.

Selama latihan di Laut Mediterania, ada rencana “untuk mengerahkan lebih dari 25 kapal perang dan kapal pendukung yang dipimpin oleh kapal penjelajah Rudal Marshal Ustinov,” kata kementerian itu.

HARUS BACA :  Pemimpin TNI Masa Depan Memiliki Tugas Tidak Ringan
HARUS BACA :  Pemimpin TNI Masa Depan Memiliki Tugas Tidak Ringan

“Di wilayah udara internasional, tugas-tugas pelatihan akan dipraktekkan oleh sekitar 30 pesawat, termasuk pesawat pengangkut Rudal strategis  Tu-160, pesawat tempur anti-kapal selam Tu-142MK dan Il-38, Jet tempur Su-33 dan Su-30SM. pesawat terbang dari  Angkatan Laut, “kata Kementerian Rusia.

Sesuai dengan rencana latihan di Laut Mediterania, “kelompok itu akan mempraktekkan satu set tugas pertahanan udara, anti-kapal selam dan peperangan anti-sabotase dan juga dukungan kontra ranjau,” kementerian itu mencatat.

HARUS BACA :  SU-35 Akan Mengudara di Langit Indonesia Tahun 2019

Untuk tujuan menjamin keselamatan pengiriman dan penerbangan, area yang dicakup oleh latihan akan dinyatakan berbahaya untuk navigasi dan di lintasi penerbangan, sesuai dengan undang-undang internasional, ujar Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Pangkalan Udara Manuhua Biak Segera Naik Status Menjadi Tipe A