Pakai Mesin WS-15, China Siap Produksi Massal J-20

Militer.or.id – Pakai Mesin WS-15, China Siap Produksi Massal J-20.

Jet tempur generasi kelima, Chengdu J-20 buatan China © Wikimedia Commons

Militer.or.id – Masalah mesin yang selama ini mencegah jet tempur generasi kelima J-20 China untuk memasuki produksi massal telah diperbaiki, seperti dilansir dari laman South China Morning Post.

Mesin Shenyang WS-10 yang sebelumnya menjadi terlalu panas ketika pesawat terbang dengan kecepatan tinggi. Uji coba darat dan penerbangan uji coba kini telah berhasil diselesaikan oleh mesin WS-15, menurut laporan tersebut. Produksi massal pesawat tempur generasi kelima akan dimulai pada akhir 2018.

HARUS BACA :  AS Akan Bantu Jepang Tingkatkan Kemampuan Rudal, Pernika F-15

Sebuah sumber mengklaim ada “masalah kecil” dengan mesin yang belum dipoles, namun para teknisi mengharapkan ada solusi ketika lebih banyak mesin “dijalankan secara luas di pesawat”, menurut SCMP.

Mesin afterburning turbofan Xian WS-15 untuk jet tempur siluman Chengdu J-20 China © CCTV 4

Menurut Next Big Future, Amerika Serikat diperkirakan akan menyebarkan sekitar 200 hingga 300 jet tempur siluman F-35 di kawasan Indo-Pasifik pada pertengahan dasawarsa mendatang, sehingga China menginginkan armada Chengdu J-20 setidaknya ada 200 unit.

HARUS BACA :  Danlanal Denpasar dan Kabakamla Tinjau Pengungsi Gunung Agung
HARUS BACA :  Benarkah AS Bantu Kembangkan JF-17 Secara Rahasia?

Beijing melihat bahwa jet tempur J-20 sebagai salah satu jet tempur yang paling mampu, yang dapat bersaing dengan armada jet tempur F-35 dan F-22 Amerika Serikat. China juga memiliki rencana untuk memproduksi jet tempur J-20B sebanyak 500 unit.

Sampai peluncuran mesin WS-15 yang ditingkatkan, China terjebak menggunakan mesin WS-10 yang kurang kuat atau mesin tua AL-31F Rusia yang pertama kali terlihat pada jet tempur Su-27 Uni Soviet tahun 1981.

HARUS BACA :  AS Peringatkan Suriah Jangan Serang Pemberontak di Selatan

“Memiliki mesin buatan sendiri adalah suatu keharusan bagi J-20 untuk memasuki produksi massal, karena tidak ada negara lain yang siap untuk memberi teknologi terdepan seperti China”, menurut sumber kepada SCMP.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Indo Defence 2018: Versi Baru APC Turangga 4X4

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Danlanal Denpasar dan Kabakamla Tinjau Pengungsi Gunung Agung

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here