36 Rafale Merupakan Pembelian Darurat – Militer.or.id

Militer.or.id – 36 Rafale Merupakan Pembelian Darurat – Militer.or.id.

Jet tempur Dassault Rafale Angkatan Udara India © Bikash Das via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Kepala Staf Angkatan Udara India telah mendukung keputusan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk membeli 36 jet tempur Dassault Rafale, setelah membatalkan program Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA), seperti dilansir dari laman Flight Global.

Kepala Staf Angkatan Udara India, Marshall B.S. Dhanoa menjelaskan keputusan tahun 2016 untuk mendapatkan 36 pesawat tempur sebagai “pembelian darurat” untuk bisa menopang jumlah skuadron tempur India yang merosot drastis. India hanya memiliki 33 skuadron tempur yang tersisa dari 42,5 skuadron yang seharusnya.

“MMRCA telah mencapai jalan buntu karena perbedaan yang tidak dapat disatukan antara Dassault dan Hindustan Aeronautics sehubungan dengan jam kerja tambahan untuk digunakan oleh HAL dalam produksi Rafale dan peningkatan biaya serta biaya non-recurring yang lebih tinggi untuk dapat membangun fasilitas produksi baru”, kata Dhanoa.

Yang juga menjadi masalah dalam akuisisi 126 jet tempur adalah pihak mana, Dassault atau HAL, yang akan bertanggung jawab terhadap jet tempur yang bakal diproduksi oleh HAL dibawah lisensi. Dassault telah dinobatkan sebagai pemenang pada kompetisi sebelumnya untuk membangun 126 jet tempur untuk Angkatan Udara India.

HARUS BACA :  Evaluasi Kendaraan BTR-4M Korps Marinir

Rencana awal MMRCA adalah mengimpor 18 jet tempur Rafale untuk diproduksi dari Prancis, dan sisanya 108 unit jet tempur akan diproduksi oleh HAL.

HARUS BACA :  Kekuatan Inggris Harus Tumbuh untuk Hadapi Ancaman Rusia

Dhanoa, berbicara dalam konferensi pers baru-baru ini untuk menandai ulang tahun ke-86 Angkatan Udara India, mengatakan bahwa kebuntuan tersebut memberi kepada angkatan udara tiga pilihan. Ini harus menunggu HAL dan Dassault untuk menyetujui, menerbitkan kembali permintaan proposal dan menunda pengenalan jet tempur baru selama enam tahun atau lebih, atau membuat pembelian “darurat”.

“Jika kami melangkah untuk pesawat lain selain Rafale, itu akan menunda hal yang sama selama enam tahun lagi”, katanya. “Jadi, pemerintah telah mengambil langkah berani dan membeli 36 Rafale. Masalah pun langsung terpecahkan, dan kita akan memiliki jet tempur dengan teknologi tinggi, berperforma tinggi untuk mengimbangi kemampuan musuh yang telah diperoleh dari waktu ke waktu”.

Setelah pembatalan program MMRCA, New Delhi memiliki kebutuhan akan jet tempur bermesin tunggal yang kurang canggih sebanyak 110 unit, dengan opsi F-16V buatan Lockheed Martin dan JAS Gripen E buatan Saab. Seperti pada MMRCA, kesepakatan ini akan mengharuskan sebagian besar pesawat untuk diproduksi secara lokal.

HARUS BACA :  Sebelumnya AL Norwegia Tidak Keluhkan Hal ini – Militer.or.id

Pada bulan April 2018, New Delhi pun membatalkan opsi tersebut, dan mengeluarkan RFI untuk 110 jet tempur kursi tunggal dan tandem, namun kali ini memungkinkan untuk jet tempur bermesin ganda.

Dalam pengarahannya, Dhanoa mengatakan bahwa enam pihak menjawab kepada RFI. Kemungkinan akan menjadi pesaing yang sama untuk kesepakatan MMRCA terdahulu : Boeing F/A-18E/F Blok III, Dassault Rafale F3R, Eurofighter Typhoon, Lockheed Martin F-16 Blok 70, United Aircraft Corp MiG-35 dan Saab Gripen E.

HARUS BACA :  Runaway Bandara Sentani Diperlebar untuk Didarati Airbus – Militer.or.id
HARUS BACA :  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Skadron 11/Serbu Penerbad – Militer.or.id

Dia menambahkan bahwa RFP akan dikeluarkan. Karena Angkatan Udara India butuh waktu lama dalam melakukan evaluasi ekstensif terhadap pesaing MMRCA, kompetisi terbaru akan membutuhkan waktu lebih sedikit.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Latihan Satgas TNI Konga di Sudan

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here