Meningkat Tajam, Ekspor Senjata Amerika Pada 2018 Tembus Rp2.800 Triliun

USAF

Nilai ekspor senjata Amerika Serikat pada tahun fiscal 2018 ini mencapai US$192,3 miliar atau sekitar Rp2.818 triliun (dengan kurs Rp14.600). Angka ini meningkat 13 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Selama tahun fiskal terakhir, ekspor senjata meningkat 13 persen menjadi US$ 192,3 miliar, menambah ribuan pekerjaan ke ekonomi Amerika dan mempertahankan ribuan pekerjaan yang ada,” kata Departemen Luar Negeri Amerika dalam sebuah siaran pers Kamis 9 November 2018.

Dalam rilis itu disebutkan penjualan pemerintah ke pemerintah meningkat 33 persen, dari US$ 41,93 miliar pada 2017 menjadi US$ 55,6 miliar pada 2018.  Sementara penjualan langsung meningkat 6,6 persen, dari US$ 128,1 miliar pada 2017 menjadi US$ 136,6 miliar pada 2018.

HARUS BACA :  Korea Selatan Kembangkan Baterai Kuat untuk Kapal Selam Terbaru

Nilai ekspor 2018 termasuk penjualan kapal tempur pesisir senilai US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp 95 triliun dan sistem pertahanan udara dan rudal Patriot senilai US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp23 triliun, keduanya ke Arab Saudi.

Departemen Luar Negeri mengaitkan kenaikan ekspor ini dengan kebijakan transfer senjata konvensional atau Conventional Arms Transfer (CAT) baru Presiden AS Donald Trump yang dirilis pada April 2018. Kebijakan ini memastikan bahwa sekutu dan mitra memiliki “akses cepat” ke peralatan pertahanan Amerika.

HARUS BACA :  Apakah Amerika Mengulang Sejarah Inggris Yang Tertidur?
HARUS BACA :  Lima Inovasi Yang Muncul dari Perang Dunia I

Pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika sebagaimana dikutip Wall Street Journal Jumat 9 November 2018 mengatakan bahwa pemerintah memprioritaskan wilayah-wilayah tertentu, termasuk untuk mendukung pertahanan di Eropa, mengembangkan dan memperluas kemitraan di Indo-Pasifik, dan menyediakan peralatan untuk negara-negara Teluk dalam upaya untuk melawan Iran.

Namun penjualan senjata 2018 ini belum mengalahkan ekspor pada tahun 2012 yang mencapai US $ 287 miliar pada tahun fiskal 2012 yang terdongkrak dengan penjualan pesawat Amerika ke Arab Saudi. Penjualan 2018 juga masih di bawah tahun 2015 yang mencapai US$200 miliar  yang sebagian penjualan ke negara-negara koalisi yang memerangi ISIS.

HARUS BACA :  Panglima Koarmada III Melepas Satgas Rimpac 2018

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Apakah Militer China Siap Untuk Perang?

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Angkatan Udara Amerika Memiliki Rencana Perang Baru di Pasifik

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here