Indonesia Butuh Satelit dan Drone untuk Pantau Pergerakan Terorisme

Aktivitas kelompok terkait terorisme perlu dipantau secara cermat. Bahkan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan dibutuhkan satelit dan drone untuk memantau pergerakan terorisme.

“Satelit siapa aja yang dikasih. Bicara terorisme kan musuh dunia, mereka senang menawarkan perlunya apa, Inggris, Prancis, Jerman. Kalau saya telepon juga jadi, tapi tunggu, kita minta bantuan kalau penting, kalau kita mampu, enggak perlu [minta bantuan],” kata Ryamizard, sebagaimana dilansir dari laman Bisnis (8/ 11).

Hal itu disampaikannya di sela-sela seminar bertajuk Ensuring Regional Stability Through Cooperation on Counter Terrorism pada kegiatan Indo Defence 2018 and Forum, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

HARUS BACA :  Spanyol, Airbus, Thales Bahas Pembelian Satelit Militer

Ryamizard menegaskan aksi-aksi yang dilakukan teroris selama ini bukan merupakan ajaran Islam.

“Teroris bukan Islam, Islam bukan seperti itu. Itu merusak Islam. Jadi sebetulnya teroris adalah musuh Islam. Islam membawa rahmat di muka bumi ini,” katanya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menambahkan, untuk mencegah terorisme diperlukan kerja sama semua negara dan seluruh elemen bangsa.

“Harus bersama-sama rakyat kalau cuma tentara cuma 2 persen,” ucapnya.

Filipina

Sementara itu Menteri Pertahanan Filipina Delfin Negrillo Lorenzana mengatakan soal patroli laut yang dilakukan dalam kerangka perjanjian trilateral untuk melawan pembajakan di laut.

HARUS BACA :  Senegal Berminat Beli Kapal Buatan PT PAL
HARUS BACA :  Peresmian Hyperbaric Centre Rumkital dr.Midiyato Suratani

Menurut dia, patroli tersebut cukup efektif, sebagaimana patroli yang dilakukan pada 2017. Sejak patroli bersama dilakukan, pembajakan atau penculikan di laut mulai berkurang.

Selain itu, kata dia, Filipina juga aktif dalam ADMM dan KTT Asia serta latihan bersama dengan Brunei Darussalam.

Ia mengatakan, usaha untuk memerangi kejahatan transnasional dalam memerangi terorisme di kawasan maritim penting dilakukan. Filipina pun mematuhi ketentuan UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) 1982  atau konferensi PBB tentang hukum laut.

“Tantangan utama dalam menghadapi terorisme di Laut Sulu yang cukup sibuk, butuh kekuatan yang cukup besar,” katanya.

HARUS BACA :  KRI Pari-849 Ajak Masyarakat Berlayar ke Tanjung Benoa

Ia menambahkan, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah adanya trust building antara Indonesia dan Filipina untuk sharing informasi, dengan menempatkan tujuan memerangi terorisme dalam kerangka our eyes sebagai hal yang signifikan.

“Saya akan menciptakan framework untuk negara kita [Filipina], menjaga sumber daya alam dan teroris tidak boleh menculik di kawasan tersebut. Kawasan Asia harus bersih dari terorisme,” tegasnya.

Photo: Anka-S di Indo Defence 2018 (shephard media)

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Bantu Bangun Rumah Warga

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here