3 Produk Andalan Lockheed Martin di Indo Defence 2018

F-16 Block 70. (@ Lockheed Martin)

Jakarta, Militer.or.id – Lockheed Martin, produsen alutsista asal Amerika Serikat, menampilkan tiga produk andalan yaitu C-130J, F-16 Block 70/72, dan S-79 Black Hawk dalam acara Indo Defence 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran, pada Kamis 8-11-2-018, dirilis Antara.

Vice President and Regional Executive Asia Lockheed Martin, Andrew Linstead pada Kamis 8-11-2018 di Jakarta, mengatakan C-1300J adalah iterasi terbaru dari lini produksi pesawat militer terpanjang dalam sejarah. Pesawat tersebut dapat digunakan mulai dari mendukung misi kemanusiaan hingga untuk kegiatan perdamaian wilayah, C-1300J tetap menjadi pesawat angkut paling relevan di dunia.

HARUS BACA :  TNI AD – US Army Berbagi Ilmu Militer di Garuda Shield-11

“Angkatan Udara Indonesia telah mengoperasikan pengguna armada C-130 yang merupakan pesawat militer dengan utilisasi tertinggi di Asia,” kata Lockheed Martin.  F-16 Block 70/72 adalah versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi oleh Lockheed Martin.

Dengan memanfaatkan teknologi Generasi Kelima Lockheed, yang kemudian dikembangkan pada program F-22 dan F-35 Lockheed Martin, F-16 adalah pesawat tempur terkemuka di dunia dengan lebih dari 4.500 unit yang telah diproduksi dan dikirimkan ke 28 pelanggan di seluruh dunia, ujar Linstead.

HARUS BACA :  Subsatgaspam Pelabuhan Patroli di Tanjung Benoa – Militer.or.id
HARUS BACA :  Satgas TNI Konga 35-C Tiba di Mako Yonif PR 433 Kostrad

Kemudian, ia mengatakan S-79 Black Hawk adalah salah satu Helikopter yang paling serbaguna, tahan lama, dan dapat diandalkan di dunia. “Pesawat ini telah berjuang di zona tempur yang tak terhitung jumlahnya, menyelamatkan nyawa sebagai pesawat alat evakuasi korban dan menjadi alat pemadam kebakaran udara serta patroli perbatasan,” kata Lockheed Martin.

Selain itu tiga produk itu, Lockheed Martin menampilkan pemantik 74k Aerostat System. 74K Aerostat adalah pemantik besar berisi helium yang lebih ringan dibandingkan sistem udara, dan dirancang untuk memberikan jangkauan intelijen, pengawasan, pengintaian, dan bantuan komunikasi kepada pemadam kebakaran.

HARUS BACA :  India Bayar Uang Muka Rafale Sebesar 4 Miliar Dollar

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Komisi I DPR, Soal Senjata Replika di STIN

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Prancis Jual 2 Mirage 2000 Bekas ke India

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here