Jerman Hentikan Pembangunan Kapal  Arab Saudi

Kapal yang dipesan Arab Saudi

Galangan kapal Jerman Luerssen telah menghentikan produksi kapal penjaga pantai yang dipesan Arab Saudi di tengah ketidakpastian seputar masa depan kesepakatan senjata Berlin dengan Riyadh.

Kanselir Jerman Angela Merkel bulan lalu mengumumkan bahwa Berlin tidak akan lagi mengeluarkan lisensi ekspor senjata sampai Riyadh muncul dengan penjelasan yang memuaskan tentang pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khasoggi di konsulat kerajaan di kota Istanbul Turki.

Keputusan tersebut mempengaruhi Luerssen, sebuah perusahaan milik swasta yang lima tahun lalu mendapat kontrak untuk membangun kapal patroli pantai untuk Arab Saudi.

Perusahaan itu mengumumkan pada hari Kamis 8 November 2018 bahwa pembangunan di Peene Shipyard telah dihentikan hampir dua tahun setelah proyek tersebut dijalankan. Akibatnya 300 pekerja galangan kapal itu juga diberhentikan untuk sementara.

HARUS BACA :  Ini Alasan Sukhoi Kenapa Su-57 Lebih Unggul Dibanding F-22 dan F-35

“Menangguhkan konstruksi dan memotong jam kerja sebagai konsekuensi langsung adalah pukulan berat bagi kami,” kata pejabat galangan kapal Harald Jaekel dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Reuters. Perusahaan itu juga menambahkan, kondisi ketidakpastian ini membuat perencanaan produksi tidak mungkin

Arab Saudi telah menjadi salah satu pembeli utama senjata dan dinas militer Jerman. Tahun ini saja, Berlin telah menyetujui kontrak senilai 400 juta euro dengan Ryadh yang menjadikan membuat Arab Saudi menjadi pembeli senjata Jerman terbesar kedua setelah Aljazair.

HARUS BACA :  F/A-18 Hornet Tabrakan dengan KC-130, 5  Marinir Amerika Masih Hilang
HARUS BACA :  Dari Helikopter Hingga Bomber, Inilah Kekuatan Udara Rusia

Awal pekan ini, Arab Saudi dan Spanyol juga menandatangani perjanjian untuk meluncurkan usaha patungan untuk memproduksi lima korvet Avante 2200 lengkap dengan Sistem Manajemen Tempur untuk militer Saudi.

Kesepakatan senilai US$2,2 miliar ditandatangani saat kunjungan Pangeran Saudi Muhammad bin Salman ke Spanyol pada April tahun lalu, di mana ia bertemu dengan Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles. Spanyol tetap melanjutkan hubungan militer dengan rezim Riyadh setelah pembunuhan Khashoggi.

Pada September lalu, Madrid mengatakan akan menghentikan kesepakatan 2015 untuk menjual 400 presisi laser dipandu ke Arab Saudi karena peran Riyadh dalam perang Yaman, yang telah menewaskan puluhan ribu warga Yaman sejak awal tahun 2015.

HARUS BACA :  Tak Berani Lawan S-300, Israel Mulai Pakai Rudal Balistik

Langkah itu membuat marah para pejabat Saudi, yang dilaporkan mengancam akan membatalkan perjanjian korvet dengan  galangan kapal milik negara Spanyol Navantia hingga mengancam hilangnya 6.000 pekerjaan di sebuah negara dengan salah satu tingkat pengangguran tertinggi di Eropa. Akibatnya Spanyol tak berani melanjutkan langkahnya dan tetap mengirim senjata ke Arab Saudi.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

HARUS BACA :  Fokus ke Rusia dan China, Pentagon Pangkas Kekuatan di Afrika
Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Meski Izumo akan Bawa F-35, Jepang Menolak Menggunakan Istilah Kapal Induk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here