AS Berharap Rusia Izinkan Israel Bom Pasukan Iran di Suriah

F-16 Israel. (Master Sergeant Kevin J. Gruenwald via commons.wikimedia.org)

Militer.or.id   – Amerika Serikat (AS) berusaha untuk mendorong keluar semua kekuatan militer asing dari Suriah, kata duta besar AS untuk negara itu. Selain Rusia, tentu saja, dirilis Sputniknews.com, Sabtu 10-11-2018.

Duta Besar AS untuk Suriah James Jeffrey mengatakan pada Rabu 7-11-2018 bahwa Washington berharap Rusia akan mengizinkan pasukan Israel untuk membom pasukan militer Iran di wilayah Suriah setelah pengiriman sistem pertahanan udara S-300.

“Rusia telah permisif, dalam konsultasi dengan Israel, tentang serangan Israel terhadap target Iran di dalam Suriah. Kami tentu berharap bahwa pendekatan permisif akan terus berlanjut,” kata James Jeffrey selama konferensi pers, menurut Business Insider.

HARUS BACA :  Eksportir Senjara Rusia Bukukan Pesanan Senilai $50 Miliar – Militer.or.id

Sebelumnya pada bulan Oktober 2018, Rusia mengirimkan sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah setelah insiden di mana pesawat Il-20 Rusia ditembak jatuh oleh Rudal S-200 Suriah karena manuver yang dilakukan oleh Jet Israel. Iran adalah sekutu kunci lain dari Presiden Suriah Bashar Assad, selain Rusia.

Namun, Israel menganggap Tehran sebagai musuh nomor satu dan bersumpah untuk memerangi pembangunan militer Iran di Suriah yang berbatasan. “Israel memiliki kepentingan eksistensial dalam menghalangi Iran untuk menyebarkan sistem proyeksi kekuasaan jarak jauh, di dalam Suriah untuk digunakan melawan Israel.

HARUS BACA :  Yonif Raider 509 Kostrad Latih Menwa Bela Diri Yongmoodo
HARUS BACA :  Jerman Akan Larang Ekspor Senjata ke UEA, Saudi dan Turki

Kami memahami kepentingan eksistensial dan kami mendukung Israel,” kata James Jeffrey. Insiden Il-20 telah menggarisbawahi risiko yang terkait dengan memiliki beberapa kekuatan militer di satu teater perang, ujar James Jeffrey.

Sejauh ini, Teheran mengatakan akan tetap di Suriah selama Presiden Bashar al-Assad menginginkan mereka. Seperti Rusia, Iran memiliki undangan resmi Presiden Assad untuk berada di negara tersebut.

Sebelumnya pada bulan Juni 2018, Assad menekankan bahwa dia mengundang para pejuang sekutu ke negaranya dan dia tidak akan pernah meminta mereka untuk pergi, seperti yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel, bahkan sebagai bagian dari penyelesaian perdamaian.

HARUS BACA :  Rumania, Terima Lagi 3 Pesawat Tempur F-16, September Ini

Turki, di sisi lain, telah melancarkan 2 serangan ke Suriah Utara sejak tahun 2016, yang bertujuan untuk mengekang pasukan Kurdi yang sekarang melibatkan pasukan Daesh yang tersisa, dengan dukungan dari AS dan Koalisi.

James Jeffrey mengatakan Washington mengambil keprihatinan Turki tentang dukungannya terhadap pejuang Kurdi dengan serius, membatasi pasokan senjata ke Pasukan Demokrat Suriah yang dipimpin Kurdi. Menurut James Jeffrey, langkah ini telah memperlambat operasi SDF baru-baru ini terhadap Daesh.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

HARUS BACA :  Rumania, Terima Lagi 3 Pesawat Tempur F-16, September Ini
Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  PT Daya Radar Utama Receives Order from TNI AL and TNI AD

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here