AS Stop Pengisian Bahan Bakar Pesawat Koalisi Saudi di Yaman

dok. KC-10 Extender. (U.S. Air Force photo by Staff Sgt. Jerry Morrison)

Washington, Militer.or.id – Amerika Serikat akan menghentikan pengisian ulang bahan bakar untuk pesawat tempur Koalisi Arab Saudi yang memerangi pemberontak di Yaman, ujar rilis Kerajaan Arab Saudi.

Arab Saudi dan Amerika Serikat sepakat untuk mengakhiri pengisian bahan bakar pesawat dari AS untuk koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman, dan mengakahiri aspek dukungan AS terhadap perang yang telah membuat Yaman masuk ke jurang kelaparan, dirilis Antara pada Sabtu 10-11-2018.

Langkah  yang diumumkan oleh koalisi itu pada Sabtu 10-11-2018 dan dibenarkan oleh Washington, terjadi saat Riyadh mendapatkan sorotan pengawasan karena kematian di kalangan warga sipil Yaman akibat serangan-serangan udara, dan menghadapi kehebohan dunia dan potensi terkena sanksi terkait kematian wartawan Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018 di konsulatnya di Istanbul.

HARUS BACA :  Tradisi Lepas Sambut Komandan Pangkalan Marinir Jakarta

Amerika Serikat dan Inggris akhir bulan lalu menyerukan gencatan senjata di Yaman untuk mendukung usaha-usaha pimpinan PBB mengakhiri perang yang sudah berlangsung 4 tahun. Lebih 10.000 orang tewas dalam perang itu, yang memicu krisis kemanusiaan paling mendesak di dunia.

“Baru-baru ini Kerajaan (Arab Saudi) dan koalisi meningkatkan kapabilitasnya melakukan pengisian bahan bakar dalam penerbangan secara independen di Yaman. Hasilnya dalam konsultasi dengan AS, koalisi itu telah meminta penghentian dukungan pengisian bahan bakar dalam penerbangan untuk operasi-operasinya di Yaman,” katanya dalam pernyataan.

HARUS BACA :  Rudal Hantam Area Bandara Damaskus, Diduga Serangan Israel

Arab Saudi telah memiliki armada 23 pesawat untuk operasi pengisian bahan bakar, termasuk enam Airbus 330 MRTT digunakan untuk Yaman, sementara Uni Emirat Arab mempunyai 6 pesawat Airbus, demikian saluran Al Arabiya al-Hadath milik Saudi melaporkan pada Sabtu. Ditambahkan, Riyadh juga memiliki sembilan pesawat Hercules KC-130 yang dapat digunakan.

HARUS BACA :  NATO atau Bukan, Turki Beli Senjata dari Mana Saja – Militer.or.id

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan pemerintah AS diajak konsultasi mengenai keputusan itu dan Washington mendukung langkah tersebut sementara terus bekerja dengan aliansi untuk meminimalkan korban jiwa di kalangan sipil dan meluaskan usaha-usaha kemanusiaan.

Aliansi yang dipimpin oleh Arab Saudi dan UAE baru-baru ini meningkatkan operasi militer terhadap gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran, termasuk di kota pelabuhan Hudeidah, yang merupakan urat nadi bagi jutaan warga Yaman.

HARUS BACA :  Imbal Beli Pengadaan Pesawat Tempur Su-35 Terus Dibahas

“Serangan-serangan yang terus dilancarkan oleh koalisi Saudi-UAE-AS membenarkan bahwa seruan-seruan Amerika untuk gencatan senjata hanya omong kosong,” kata Mohammed Ali al-Houthi, kepala komite revolusi tertinggi kelompok itu, dalam tulisannya yang disiarkan oleh the Washington Post pada Jumat 9-11-2018.

Menurut dia, seruan gencatan senjata merupakan usaha “menyelamatkan muka setelah kehinaan yang disebabkan oleh pembunuhan kolumnis Khashoggi, pengeritik kebijakan Saudi, yang telah merenggangkan hubungan Riyadh dengan Barat.

HARUS BACA :  10 Pelaut AS Diduga Hanyut ke Bintan

Hudeidah telah menjadi medan pertempuran kunci dalam perang itu yang pasukan koalisi campur tangan tahun 2015 untuk memulihkan pemerintahan yang diakui internasional setelah Houthi menggulingkannya.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Yontaifib 1 Marinir Raih Nilai Tertinggi Menembak Binsat Marinir 2018 – Militer.or.id

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here