Melesat 7.5 Mach, Turki Sukses Uji Railgun Sapan

Ankara secara resmi mengumumkan mereka berhasil menguji senjata kinetik elektromagnetik atau yang dikenal sebagai railgun. Hal ini menjadikan Turki bergabung dengan Rusia, Amerika, China, dan India yang mengembangkan senjata revolusioner ini.

Senjata itu diberi nama “Tübitak Sapan,” atau “Tübitak Slingshot” yang dikembangkan Turkey’s Scientific and Technological Research Council (Tübitak).

Menurut Angkatan Bersenjata Turki, Sapan telah diuji pada kecepatan 9.300 km / jam, atau lebih dari 7.5 Mach. Ankara bermaksud untuk meningkatkan kecepatan hingga 8.5 Mach atau sekitar 10.500 km / jam, sehingga hampir tidak mungkin bagi target untuk mempertahankan diri.

HARUS BACA :  3 Skadron Udara Latihan Bersama di Lanud Rsn

Teknologi Railgun memiliki kelebihan tertentu; amunisi hypervelocity sangat sulit untuk dicegat, , karena tidak ada elektronik di dalamnya hingga kebal terhadap gangguan dan peperangan elektronik. Dalam satu tes tembakan railgun berhasil menembus bunker beton bertulang setebal satu meteran.

Kelemahan utama dari senjata ini adalah konsumsi energinya yang sangat tinggi. Untuk menembak pada 10 putaran per menit (satu tembakan setiap enam detik), sebuah railgun membutuhkan energi sekitar 20 megawatt, output dari pembangkit listrik yang digunakan untuk menyalakan dan memanaskan setara dengan kebutuhan sekitar 250 rumah kecil.

HARUS BACA :  Dari Jet Tempur Hingga Kapal Selam, Inilah Head to Head Kekuatan Amerika, Rusia, China
HARUS BACA :  3 Skadron Udara Latihan Bersama di Lanud Rsn

Business Times melaporkan pertama kali diuji pada tahun 2014, Sapan Turki adalah produk sampingan dari penelitian Tübitak terkait confinement fusion technology yang juga dikenal sebagai energi termonuklir yang dapat dikontrol.

Turki dilaporkan berencana untuk membangun delapan frigat kelas TF-2000 dan melengkapi mereka dengan railgun Sapan.

Hanya lima negara yang memiliki teknologi kereta api: Rusia, AS, China, India, dan Turki. Sementara AS menganggap railgun sebagai senjata utama, para ilmuwan Rusia baru-baru ini memeriksa aplikasi damai, seperti pengiriman kargo ke luar angkasa, menurut laporan Zvezda 2017.

HARUS BACA :  Gempa 8,1 SR MeksikoTewaskan 58 Orang

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  11 Senjata Rahasia Yang Dibangun Jepang Saat Perang Dunia II

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Benarkah Radar Frekuensi Rendah Bisa Digunakan untuk Membunuh Pesawat Siluman?

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here