Erik-Jan Raatgerink: Ambisi Saya adalah Memiliki Sistem Manajemen Tempur Indonesia

“Ambisi saya adalah memiliki Sistem Manajemen Tempur Indonesia dan saya benar-benar percaya bahwa ini dapat dicapai dalam 2 tahun ke depan.”

Daily News bertemu dengan Erik-Jan Raatgerink, Presiden Direktur, PT. Thales Indonesia, untuk wawancara singkat di sela-sela Indo Defence 2018 pada hari pertama, sebagaimana dilansir dari laman Global Business Press (7/ 11).

Berikut kutipan wawancara tersebut;

Apa kabar terbaru tentang Thales di Indonesia?

Thales memiliki sejarah panjang, lebih dari 40 tahun di Indonesia. Kami memiliki posisi yang sangat kuat di tiga wilayah; Naval combat systems untuk Angkatan Laut, radar pengawasan jarak jauh untuk angkatan udara dan dalam 6-7 tahun terakhir, kami telah mengkonsolidasikan posisi kami dalam pertahanan udara jarak pendek dengan Starstreak. Kami telah menyediakan empat baterai kendaraan, radar, peluncur dan radar.

HARUS BACA :  Menjalin Keakraban dalam Latihan Elang Indopura

Pada awalnya, kami mulai dengan instalasi dan integrasi di Indonesia, tetapi sekarang cukup banyak nilai kontrak yang dilakukan oleh PT Len di dalam negeri. Dalam kontrak saat ini, kami sedang melakukan transfer pengetahuan pertama untuk produksi radar, di sini, di Indonesia. Indonesia adalah pelanggan terbesar untuk Starstreak di luar Inggris.

Tolong uraikan kerja sama Anda dengan industri lokal?

HARUS BACA :  Padang Kota Pertama Indonesia Disinggahi KRI Bima Suci
HARUS BACA :  Pangkostrad Beri Pengarahan kepada Perwira di Madivif 2

Kembali pada tahun 2011, kami mulai membangun kerjasama pertama kami dengan industri lokal, karena kami tahu dari pengalaman kami di negara-negara tetangga, bahwa undang-undang offset sedang dirumuskan dan ini benar-benar dilaksanakan pada tahun 2014.

Kami sangat aktif dengan industri lokal. Jika Anda melihat sistem laut, kami telah mengembangkan perangkat lunak untuk Sistem Manajemen Tempur selama empat tahun terakhir di Indonesia. Ini adalah proyek yang sangat sukses dan perangkat lunak yang dikembangkan untuk CMS di sini, di Indonesia, diekspor ke negara lain.

Apa ambisi saya adalah memiliki Sistem Manajemen Tempur Indonesia dan saya benar-benar percaya bahwa ini dapat dicapai dalam 2 tahun ke depan. Kami telah banyak berinvestasi di sini dan kami memiliki lingkungan pengembangan perangkat lunak yang lengkap di PT Len.

HARUS BACA :  Indonesia Receives a Further 16 Leopard 2 RI Main Battle Tanks

Ini adalah proses yang sangat mahal dan memakan waktu dan apa yang ditawarkan adalah Thales CMS backbone, sementara integrasi sensor dan perangkat lunak mereka dapat sepenuhnya dilakukan di Indonesia.

Photo: Erik-Jan Raatgerink, President Director, PT. Thales Indonesia. (GBP)

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Mengecat Ulang Tank Leopard 2A4 Yonkav 8 Kostrad

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here