USAF Bergerak untuk Membentengi Titik-Titik Lemah F-35 dari Peretasan

USAF

Angkatan Udara Amerika secara khusus mulai membangun upaya untuk mengisi lubang keamanan cyber di sistem pendukung eksternal F-35, karena mereka dianggap sebagai titik masuk paling mudah bagi peretas ke dalam jet tempur generasi kelima tersebut.

“Ini adalah pesawat berbasis perangkat lunak, dan platform berbasis perangkat lunak apa pun akan rentan terhadap peretasan,” kata Brigjen Stephen Jost, Ddirektur Kantor Integrasi F-35 Angkatan Udara, mengatakan kepada Defense News dalam sebuah wawancara yang dirilis Rabu 14 November 2018.

HARUS BACA :  Dolar Jalan Terakhir, Rusia Alihkan Semua Kontrak Senjata Menggunakan Rubel

Layanan ini mempertimbangkan tulang punggung informasi dari pesawat yang sebenarnya – dikelola oleh produsen Lockheed Martin – relatif aman. Itu berkat apa yang Jost sebut “perlindungan keamanan multilayer” mulai dari otentikasi aman ketika menyusun paket data misi untuk setiap pesawat sebelum lepas landas sampai pilot memasukan nomor identifikasi pribadi untuk menghidupkan pesawat.

Jost menambahkan ketika memperhitungkan sistem akun seperti Autonomic Logistics Information System atau the Joint Reprogramming, ada banyak titik kerentanan

HARUS BACA :  KRI Bima Suci-945 Disambut Meriah di Jakarta
HARUS BACA :  Amerika Luncurkan Rudal Antar-Benua Minuteman III

Sistem Autonomic Logistics Information, atau ALIS, adalah aplikasi kunci yang dimaksudkan untuk memberikan otomatisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam memantau status komponen pesawat.

Sedangkan Joint Reprogramming Enterprise mengacu pada laboratorium perangkat lunak pemerintah yang mengumpulkan koleksi karakteristik ancaman terbaru  untuk diunggah ke dalam pesawat sehingga sensornya dapat mengenali target.

Selain itu, para pejabat khawatir tentang simulator penerbangan F-35 yang bisa menjadi target menarik bagi peretas yang mencari informasi tentang pesawat. Pengenalan aplikasi nirkabel untuk pemeliharaan yang lebih mudah pada saluran penerbangan juga bisa menimbulkan kerentanan baru yang harus ditangani

HARUS BACA :  Dermaga Kapal Selam Palu Mulai Difungsikan

Kantor Akuntabilitas Pemerintah menerbitkan sebuah laporan di peringatan peringatan pada Oktober tentang kerentanan cyber di hampir semua senjata Amerika. Kerentanan ini ada karena banyak sistem dirancang ketika serangan cyber masih dalam tahap awal.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Head to Head Marinir Amerika Vs Marinir Rusia, Bagaimana Gambarannya

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  KRI Bima Suci-945 Disambut Meriah di Jakarta

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here