Australia Beli 16 Drone Bersenjata General Atomics

MQ-9 Reaper. (U.S. Air Force photo/Staff Sgt. Brian Ferguson)

Militer.or.id  –  Kementerian Pertahanan Australia mengumumkan bahwa pembuat pesawat tak berawak General Atomics telah memenangkan persaingan untuk menjadi pemasok tunggal kendaraan udara tak berawak bagi angkatan bersenjata Australia. Australia berencana membeli sebanyak 16 drone bersenjata, dirilis Sputniknews.com, Jumat 16-11-2018.

Menteri Pertahanan Australia, Christopher Pyne mengatakan di Pangkalan RAAF [Royal Australian Air Force] Edinburgh, Australia Selatan, bahwa kementerian belum memutuskan apakah membeli varian MQ-9 Reaper Block 5 yang digunakan oleh Angkatan Udara AS atau MQ-9B Skyguardian yang digunakan militer Inggris.

HARUS BACA :  RI-Rusia Eratkan Kerja Sama Sistem Pertahanan

Dia mengatakan pengiriman awal diharapkan pada 2021, dan drone akan beroperasi di RAAF pada 2023, Defense News melaporkan.

“Sebuah penilaian kemampuan dibuat dari vendor yang berbeda, dan General Atomics ditemukan menjadi yang paling cocok, kata Pyne.

“Setelah melalui proses tender penuh dan ketika kita sudah tahu bahwa ini adalah yang kita inginkan, kita mengadopsi pasokan satu sumber yang diizinkan di bawah [First Defense Organization] First Principles Review.”

HARUS BACA :  Inovasi Kapal Plat Datar Universitas Hasanuddin
HARUS BACA :  Tank Armata Dapat Berperang di Mars ?

Setiap pesawat tak berawak ini berharga sekitar $ 23 juta masing-masing, total pembelian akan berkisar hampir $ 400 juta untuk armada, Sydney Morning Herald mencatat. Ground Control akan berbasis di RAAF Base Edinburgh, dan drone akan dioperasikan oleh RAAF.

“Reaper kemungkinan besar akan digunakan untuk mendukung kegiatan di Pasifik Selatan,” kata Malcolm Davis, seorang ahli militer di Institut Kebijakan Strategis Australia, kepada Herald.”

“Jika Anda memiliki tentara yang masuk dari LHD [landing helicopter docks], Reaper dapat dikerahkan maju sebagai “pangkalan udara” untuk operasi di darat. ”

HARUS BACA :  Langkah China Menuju Pusat Perawatan S-300 dan S-400

Awal tahun ini, Canberra mengumumkan telah membeli 6 unit MQ-4 Triton UAV dari Northrop Grumman untuk memantau wilayah Laut Cina Selatan. Menghabiskan $ 5,1 miliar yang cukup besar untuk drone pengintai seukuran pesawat, Australia akan menerimanya mulai tahun 2023, Sputnik melaporkan.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Prancis, Inggris Segera Kirim Kapal Tantang Klaim Beijing di Laut Cina Selatan

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  RI-Rusia Eratkan Kerja Sama Sistem Pertahanan

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here