PT DI Raih Kontrak Baru untuk Penjualan Dua Unit Helikopter AS365 N3+ Dauphin

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil meraih kontrak baru untuk penjualan dua unit helikopter Search and Rescue (SAR). Penjualan ini terjadi setelah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengajukan pengadaan dua unit helikopter medium intermediate AS365 N3+ Dauphin. Helikopter ini dikembangkan atas kerja sama antara PT DI dan Airbus Helicopter.

Dialansir dari laman Kumparan (18/ 11), Menurut keterangan tertulis PT DI, helikopter ini dijual seharga Rp 260 miliar per unit, dengan nilai kontrak sebesar Rp 520 miliar untuk pengadaan dua unit AS365 N3+ Dauphin.

Proses pembiayaan menggunakan anggaran multiyears selama 2 tahun.

Lantas apa keunggulan helikopter SAR ini?

HARUS BACA :  Indo Defence 2018, Don’t Miss It – Militer.or.id

Pertama, helikopter AS365 N3+ Dauphin ​mampu terbang di lingkungan panas dan lembab serta mampu bermanuver. Helikopter ini juga memiliki sistem autopilot terbaik dan merupakan satu-satunya sistem autopilot yang dikembangkan untuk lebih berfokus pada ketinggian, bukan kecepatan.

“​Helikopter SAR dengan kemampuan terbaik karena dilengkapi teknologi FMS (Flight Management System), instrumen yang digunakan pilot untuk mengatur rencana terbang (Flight Plan) meliputi jalur yang akan dilewati pesawat, kecepatan saat take-off, cruising dan landing, serta informasi lainnya yang harus disiapkan sebelum penerbangan dimulai yang tentunya akan menambah pengalaman SAR,” tulis PT DI.

HARUS BACA :  TNI Buru Pelaku Pembantaian Pekerja Trans-Papua di Nduga (Photo)

Keunggulan lainnya ialah helikopter yang dapat lepas landas dari atas kapal laut, seperti di atas Sigma Class Ship, yaitu kapal patroli dengan kemampuan untuk mengarungi samudera untuk patroli maritim Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), pencarian dan penyelamatan (SAR) dan anti kapal selam.

HARUS BACA :  Erdogan: Turki Akan Gunakan S-400 Jika Diperlukan

Kelima, Helikopter AS265 N3+ ini mampu mengangkut beban hingga 4.300 kg atau 12 orang dengan kecepatan maksimal 269 km per jam dengan ketahanan terbang mencapai 4,3 jam. Keenam, helikopter karya Airbus dan PT DI ini memiliki kabin yang lapang dengan pintu geser lebar cocok untuk mengangkut dan mengevakuasi korban.

“​Memiliki Fenestron atau rotor belakang dalam sirip tertutup yang senyap, dengan jarak blade/pisau yang tidak sama dan dapat meredam tingkat kebisingan, efisiensi tinggi, kemudahan pemeliharaan serta telah teruji,” tutupnya.

HARUS BACA :  Militer Rusia Berencana Adopsi Terminator-2

Kontrak pengadaan helikopter ini merupakan yang ketiga kalinya didapatkan oleh PT DI dari Basarnas. Sebelumnya, PT DI telah menyerahkan empat unit helikopter SAR medium Class AS365 N3+ Dauphin kepada Basarnas. Dengan rincian, dua unit helikopter diserahkan pada tanggal 18 Februari 2014 dan dua unit helikopter diserahkan pada tanggal 15 November 2016.

Photo: Helikopter Dauphin Basarnas (Istimewa)

Editor: ()

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

HARUS BACA :  PT Batamec Shipyard Lakukan Keel Laying Kapal BCM TNI AL
Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Latihan dan Praktek Kadet AAL Tingkat III Korps Elektronika

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here