Batalkan Penjualan Senjata ke Arab Itu Bodoh, Hanya Untungkan Rusia dan China

F-15 i Arab Saudi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan tetap menjadi “mitra setia” Arab Saudi walaupun Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman disebut-sebut kemungkinan mengetahui rencana pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi bulan lalu.

Trump membangkang tekanan dari para anggota parlemen Amerika untuk menjatuhkan sanksi terhadap Arab Saudi.

Ia mengatakan dirinya tidak akan membatalkan kontrak-kontrak militer dengan Kerajaan Arab Saudi. Trump menyatakan bahwa pembatalan itu akan menjadi langkah “bodoh”, yang hanya akan menguntungkan Rusia dan China.

Trump mengatakan badan-badan intelijen Amerika sedang mempelajari bukti-bukti soal pembunuhan Khashoggi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober serta soal siapa yang merencanakan pembunuhan tersebut.

HARUS BACA :  Angkatan Laut dan Udara Inggris Berselisih Soal F-35 Baru

“Memang bisa saja bahwa Putra Mahkota tahu soal kejadian tragis ini, mungkin dia tahu, mungkin juga tidak!” kata Trump dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih Selasa 20 November 2018.

Komentar-komentar Trump itu berlawanan dengan Badan Intelijen Pusat (CIA), yang meyakini bahwa pembunuhan Khashoggi diperintahkan secara langsung oleh sang putra mahkota.

Pangeran Mohammad bin Salman adalah penguasa sebenarnya di Arab Saudi dan ia dikenal luas dengan nama kependekan, MBS.

HARUS BACA :  Thailand Wants to Purchase Dozens of T-90 Tanks from Russia

Trump dengan cepat dituding, oleh para anggota parlemen dari Partai Demokrat, meremehkan badan intelijennya sendiri dan tidak bisa menghadapi Arab Saudi menyangkut kekejaman terhadap hak asasi manusia.

HARUS BACA :  Spanyol Bergabung ke Jet Tempur Franco-Jerman, Italia Belanda ke Tempest?

 

“Hak asasi manusia itu harus berarti sesuatu, lebih dari sekedar kata-kata. Dan itu berarti (harus) bangkit serta mengutuk pembunuhan yang keterlaluan oleh sebuah pemerintah asing. Setiap orang yang memainkan peranan dalam pembunuhan ini harus diadili,” tegas Senator Dianne Feistein.

Para anggota parlemen asal Demokrat dan Republik telah medesak Trump untuk menghentikan dukungannya bagi MBS terkait kasus Khashoggi, tapi sang presiden enggan melakukannya.

Trump pada Selasa mengatakan baik Raja Arab Saudi Salman maupun MbS “membantah mengetahui rencana atau pelaksanaan pembunuhan itu,” dan bahwa kebenaran mungkin tidak akan pernah terungkap.

HARUS BACA :  AS dan Korsel Sepakat Revisi Perjanjian Rudal

Ia juga menekankan bahwa Arab Saudi, yang merupakan negara utama penghasil minyak, adalah mitra bisnis penting dan “sekutu hebat” dalam memerangi kekuatan Iran di Timur Tengah.

“Amerika Serikat akan terus menjadi mitra setia Arab Saudi untuk mengamankan kepentingan-kepentingan negara kita, Israel dan seluruh mitra lainnya di kawasan,” kata Trump.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

HARUS BACA :  Beli Su-35, Mattis Ingin Indonesia Tidak Kena Sanksi
Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Jet Tempur F16 Nyaris Menembak 3 Kru Darat

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here