Bukan Amerika atau Rusia, Inilah Titik Paling Berbahaya Terjadinya Kiamat Nuklir

Bicara soal kekuatan senjata nuklir Amerika dan Rusia adalah dua negara yang memiliki stok paling banyak dan teknologi pengiriman yang paling canggih. Keduanya juga sedang dalam hubungan tidak baik hingga menyeret dunia ke jurang Perang Dingin baru. Situasi yang pada masa lalu identik dengan kemungkinan terjadinya perang nuklir.

Tetapi, sebenarnya ancaman paling tinggi pecahnya perang dengan menggunakan senjata pemusnah massal tersebut justru tidak terletak di tangan keduanya.

Kashmir, yang menjadi perbatasan India dan Pakistan hampir dalam dua decade terakhir telah berkembang menjadi daerah paling bebahaya di bumi ini.  Jika konflik tak bisa dicegah untuk menjadi perang, maka sangat mungkin mengarah pada perang nuklir habis-habisan yang bisa membunuh jutaan manusia.

Satu hal yang pasti dari hasil perang itu adalah bencana besar. Selain menyebabkan kematian jutaan orang India dan Pakistan, perang semacam itu mungkin membawa pada “musim dingin nuklir” pada skala tertinggi di planet ini, yang mengarah ke tingkat penderitaan dan kematian yang akan di luar pemahaman kita.

HARUS BACA :  Defence Budget Drops 20pc to B$451M

Persaingan nuklir antara India dan Pakistan kini telah memasuki fase seram. Bahaya yang berasal dari keputusan Islamabad untuk menyebarkan senjata nuklir taktis berkadar rendah di pangkalan militer garis depannya di sepanjang seluruh perbatasan dengan India untuk mencegah kemungkinan agresi lawan.

Yang paling menakutkan, keputusan untuk menembakkan rudal bersenjata nuklir dengan kisaran 35 sampai 60 mil tersebut terletak pada dengan komandan lokal.

HARUS BACA :  Kelahiran Kapal Selam Ini Sempat Membuat NATO Gentar

Ini adalah situasi berbahaya dari praktek universal bahwa penggunaan nuklir terletak pada presiden. Situasi seperti itu tidak sama dengan perlombaan senjata nuklir Washington-Moskow era Perang Dingin.

kashmir_boundaries

Ketika datang ke senjata nuklir strategis Pakistan, mereka disimpan di lokasi yang berbeda dan hanya perintah dari pemimpin negara untuk bisa menggunakannya.

HARUS BACA :  11 Senjata Rahasia Yang Dibangun Jepang Saat Perang Dunia II

Sebaliknya, nuklir taktis yang pra-dirakit di fasilitas nuklir dan dikirim ke sebuah pangkalan depan untuk digunakan secara instan. Selain bahaya yang melekat dalam kebijakan ini, senjata tersebut akan rentan terhadap penyalahgunaan oleh komandan pangkalan yang nakal atau pencurian oleh salah satu dari kelompok-kelompok militan di negara itu.

Dalam masalah nuklir antara dua tetangga, taruhannya terus meningkat dan Aizaz Chaudhry, birokrat tertinggi di kementerian luar negeri Pakistan, baru-baru ini dibuat semakin jelas.

Penyebaran nuklir taktis, jelasnya, dimaksudkan untuk “pencegahan,” atas doktrin militer India yang disebut sebagai “Cold Start”. Rencana yang dikenal untuk tujuan menghukum Pakistan dengan cara yang besar untuk setiap provokasi yang tidak dapat diterima seperti serangan teroris terhadap India.

New Delhi menolak untuk mengakui keberadaan Cold Start. Penolakan yang juga sulit dibuktikan. Pada awal 2004, membahas doktrin ini, yang melibatkan pembentukan delapan Integrated Battle Groups (IBG) yang terdiri dari infanteri, artileri, armor dan dukungan udara, dan masing-masing akan dapat beroperasi secara independen di medan perang.

HARUS BACA :  Yonif Raider 514 Kostrad Latihan Menembak Mortir

Dalam kasus serangan teroris besar oleh kelompok yang berbasis di Pakistan, IBG ini jelas akan menanggapi dengan cepat menembus wilayah Pakistan pada titik-titik yang tak terduga di sepanjang perbatasan dan bergerak tidak lebih dari 30 mil dari pantai, mengganggu komando dan kontrol jaringan militer sembari berusaha untuk menjauh dari lokasi yang mungkin memicu pembalasan nuklir.

HARUS BACA :  USAF Bergerak untuk Membentengi Titik-Titik Lemah F-35 dari Peretasan

Dengan kata lain, India telah lama berencana untuk menanggapi serangan teror besar dengan aksi militer konvensional secara cepat dan yang kemudian direspons Pakistan dengan nuklir.

NEXT: 12 JUTA TEWAS DALAM AWAL PERANG

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  KRI Dewaruci Mengantar Taruna Jadi Pelaut Ulung

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here