Media Israel: Suriah-Hizbullah Kembangkan Jammer

Ilustrasi sistem pengacau sinyal (jammer) © Southfront

Militer.or.id – Angkatan Bersenjata Suriah berusaha untuk menonaktifkan senjata Israel tanpa perlu melakukan kontak dengan berinvestasi dalam pengembangan sistem pengacau atau jammer GPS, seperti dilansir dari laman Southfront.

Informasi tersebut diberitakan media Israel, yang berasal dari sumber-sumber intelijen, bahwa rudal-rudal Suriah dan Hizbullah mampu mengganggu Global Positioning System (GPS) AS untuk mendistorsi operasi militer Israel. Bukan hanya operasi di Suriah tetapi juga di Lebanon.

Beberapa ahli mengatakan bahwa navigasi GPS sering dipergunakan oleh militer Israel untuk menyerang target di Suriah. Senjata canggih itu membantu Israel secara akurat menyerang sasaran dari jarak yang aman.

HARUS BACA :  Jual F-16 Bekas ke Kroasia, Israel Harus Izin AS?

Setelah pasukan Suriah dan Hezbollah dapat menjejaki sistem navigasi yang kompleks ini bahkan di wilayah yang terbatas, tentara Israel akan kehilangan keuntungan penting dan tidak dapat secara tepat menargetkan sasaran-sasaran di Suriah.

Jet tempur F-16 Angkatan Udara Israel © IAF/Israel MoD

Sebelumnya, DEBKAfile menyebutkan bahwa apa yang paling ditakuti oleh Israel dengan persenjataan yang dimiliki Suriah bukan sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 yang baru diberikan oleh Rusia.

HARUS BACA :  Aero Formasi di Farewell Flight Danskadron I Lanud Supadio
HARUS BACA :  Rusia dan India Sepakat Bangun 4 Frigate dan Transfer Teknologi

Israel melaporkan bahwa pada awal Oktober 2018, Rusia mengirim senjata super lainnya ke Suriah termasuk 10 unit truk transportasi lapis baja yang dilengkapi dengan sistem peperangan elektronika Borisoglebsk 2, yakni salah satu pernika paling modern di dunia.

Semua sistem ini akan diserahkan kepada pasukan Suriah untuk beroperasi dalam waktu dekat. Perangkat ini terletak di kota-kota pesisir Mediterania Suriah pada ketinggian 1562 meter.

HARUS BACA :  Typhoon Inggris Dikerahkan ke Arktik untuk Misi Pengawalan Rahasia

Selain itu, antena dan pemancar yang kuat juga telah dikerahkan untuk memblokir dan menangkap setiap sinyal radio yang ditransmisikan dalam bentuk gelombang elektro-magnetik, baik yang dipancarkan radio militer maupun sipil.

Selain sistem ini, Rusia berencana untuk menambahkan kombinasi pernika lain seperti Richag-AV dan Moskow-1 untuk memonitrin wilayah udara Suriah, dan mentransfer data yang dikumpulkan ke sistem peperangan elektronika untuk menonaktifkan target.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Upgrade Pesawat Tempur Hawk Indonesia

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here