KAI Korea Selatan Akan Perkenalkan LAH Bulan Depan

Desain helikopter ringan bersenjata buatan Korea Selatan © KAI/Eurocopter

Militer.or.id – Korea Aerospace Industries (KAI), sebuah perusahaan pertahanan asal Korea Selatan, berencana untuk meluncurkan prototipe helikopter ringan bersenjata (LAH) untuk angkatan darat negaranya pada bulan Desember, menurut keterangan para pejabat pada hari Minggu.

Seperti dilansir dari laman Yonhap, LAH adalah untuk menggantikan armada helikopter serang Angkatan Darat Korea Selatan yang telah usang, termasuk armada MD500 dan 70 unit helikopter AH-1S Cobra.

“Menyusul peluncuran prototipe LAH bulan depan, tes mesin dijadwalkan pada bulan Maret 2019 dan penerbangan perdana pada bulan Mei 2019”, menurut pejabat KAI.

Dikembangkan berbasis helikopter Eurocopter EC155, LAH ini dirancang untuk terbang dengan kecepatan 324 km/jam dan memiliki jangkauan hingga 905 km. Beban take-off maksimumnya adalah 4,9 ton dilengkapi dengan senapan 20 mm dan rudal anti-armor yang dibuat secara lokal.

Desain helikopter ringan bersenjata LAH berbasil Eurocopter Dauphin © KAI

LAH pertama diatur untuk dikirim ke unit militer menjelang akhir tahun 2022.

HARUS BACA :  Radar APG-83 Sukses Dipasang ke F/A-18C Hornet AS
HARUS BACA :  Merapi, Rudal Supersonik Pertama Karya Anak Bangsa

Sementara itu, perusahaan KAI bahkan telah melanjutkan pembicaraan dengan Filipina mengenai kemungkinan penjualan helikopter multi-peran Surion KUH-1, menurut CEO Kim Jo-won.

Tawaran ekspor KAI ini terhenti dengan kecelakaan fatal pada bulan Juli dari Marineon (MUH-1) yang dioperasikan oleh Korps Marinir Korea Selatan. Sebuah tim investigasi mengatakan rusaknya sebuah master rotor yang disediakan oleh subkontraktor mereka tampaknya menjadi penyebab atas kecelakaan itu. Marineon adalah varian dari Surion yang khusus untuk digunakan oleh Korps Marinir.

Prototipe helikopter utilitas KUH-1 Surion © Korea Aerospace Industries via Wikimedia Commons

Kim mengatakan bahwa perusahaannya telah memulai kembali “pembicaraan teknologi” dengan Filipina pekan lalu tentang kemungkinan memasok Surion ke negara kepulauan di Asia Tenggara itu.

HARUS BACA :  Korea Selatan Akan Beli Dua Sistem Radar Israel

Helikopter utilitas KUH-1 dan MUH-1 adalah model yang bersaing termasuk Sikorsky UH-60 Black Hawk.

Jika KAI berhasil mengekspor heli Surion ini ke Filipina, Indonesia bisa menjadi pembeli potensial juga, kata Kim dalam konferensi pers baru-baru ini di kantor pusat perusahaan di Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

HARUS BACA :  Sekjen Kemhan Melakukan Kunjungan Kerja ke PT CMI

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Ini yang Terjadi, Jika AS Tarik Diri dari Kesepakatan Nuklir

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here