Putin: Tidak Ada Pembicaraan Pembebasan Pelaut Ukraina

ilustrasi: kapal perang ukraina (credit: commons.wikimedia)

Buenos Aires – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Sabtu, tak ada pembahasan dengan Ukraina mengenai kemungkinan pembebasan para pelaut Ukraina yang ditahan bersama dengan kapal-kapal mereka oleh Rusia bulan lalu, dirilis Antara, 1/12/2018.

Putin berbicara dengan wartawan di sela konferensi tingkat tinggi Kelompok 20 (G20) di Buenos Aires. Rusia menolak seruan-seruan internasional agar membebaskan tiga kapal angkatan laut Ukraina, yang kapal-kapal patroli perbatasannya tembak dan sita di selat dekat Krimea –wilayah yang dicaplok Rusia akhir pekan lalu.

HARUS BACA :  TNI AU akan Tambah 134 Pesawat dari Berbagai Jenis

Moskow menuding 24 pelaut tersebut melintasi perbatasan Rusia secara tidak sah.

Putin mengatakan, ia tidak akan memberlakukan pembatasan atas para warga Ukraina yang masuk ke Rusia sebagai balasan setelah Kiev memberlakukan larangan atas para pria Rusia yang berusia 16 hingga 60 tahun memasuki wilayahnya.

Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pertemuan dengan Putin di KTT G20, menyebut ketegangan militer dengan Ukraina sebagai alasan, pemimpin Rusia itu mengatakan tak ada prasyarat untuk pembicaraan bilateral di masa mendatang.

HARUS BACA :  Wow, Jet Tempur Multiperan di Kawasan Asia Pasifik
HARUS BACA :  Leonardo - Elbit Systems Lengkapi Seagull dengan Torpedo

“Sangat disayangkan kami tak berhasil mengadakan pertemuan lengkap, yang sudah lama dinanti-nantikan,” kata Putin, menambahkan bahwa isu-isu stabilitas strategis akan menjadi sangat penting.” Putin dan Trump bertemu singkat di sela KTT G20 pada Jumat, kata pembantu Kremlin Yuri Ushakov. Pemerintah Trump telah menuduh Rusia tidak mematuhi perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang sudah berlaku 31 tahun dan pihaknya akan keluar dari perjanjian itu. Kremlin membantah melanggar perjanjian tersebut.

HARUS BACA :  Leonardo - Elbit Systems Lengkapi Seagull dengan Torpedo

“Ini terkait dengan isu stabilitas strategis, khususnya setelah presiden (Trump, red) menyatakan keinginannya menarik diri dari perjanjian peluru kendali INF,” kata Putin.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Satgas Rimpac Korps Marinir Kunjungi Batalyon USMC

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Wow, Jet Tempur Multiperan di Kawasan Asia Pasifik