Modernisasi Alutsista Korps Artileri Medan

Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed) telah memiliki beberapa alutsista baru, diantaranya Meriam 155 MM/ GS Caesar buatan Prancis yang sudah dioperasionalkan di Yonarmed 9 dan Yonarmed 12 Kostrad.

Dilansir dari laman Tribun Jabar (4/ 12), Pusdik Armed juga memiliki Rocket MLRS Astros II MK 6 yang sudah dioperasionalkan di Yonarmed 1 dan Yon Armed 10 Kostrad serta Meriam M109 A4 BE yang saat ini dalam proses uji fungsi dan uji terima.

Danpussenarmed, Brigjen TNI Dwi Jati Utomo, mengatakan, saat ini Pusdik Armed berulang tahun yang ke-73, sehingga prajuritnya harus semakin profesional dan siap mendukung tugas pokok TNI AD dan profesional dalam mengoperasikan kesenjataan tersebut.

HARUS BACA :  Thailand Announces USD6.5 billion Defence Budget

“Sekarang proses modernisasi sedang berjalan, saat ini kita memiliki alutsista yang canggih. Disini (Pusdik Armed) melahirkan parjurit-prajurit terbaik untuk mengoperasionalkan meriam terbaru kita,” ujarnya disela acara HUT Pusdik Armed ke-73, di Pusdik Armed, Jalan Baros, Kota Cimahi, Selasa (4/12/2018).

Saat ini, kata dia, modernisasi alutsista yang sedang dilakukan yakni melengkapi kesisteman Meriam 155 MM/ GS Caesar dan Rocket MLRS Astros II MK 6 yang sudah dioperasionalkan.

HARUS BACA :  KRI Usman Harun-359 Tiba di Tanah Air – Militer.or.id

Ia mengatakan, pengadaan Meriam 155 MM/ GS Caesar itu untuk Yonarmed 20 Tjamplong dan Rai Armed Yon Mandala Yudha dan untuk Rai Armed Gardapati.

HARUS BACA :  Frigate Norwegia Tenggelam Usai Bertabrakan

“Selain itu, saat ini juga kita sedang melengkapi kesisteman Meriam 155 MM M109A4 BE dalam rangka proses rematerialisasi Meriam 155 MM/GS Caesar Yonarmed 4 dan Yonarmed 7,” katanya.

Sedangkan untuk recana kedepan, lanjutnya, proses modernisasi yang akan dilakukan yakni upgrade sistem pengendalian dan penembakan pada meriam lama dari sistem manual menjadi sistem komputerisasi.

“Untuk kekurangan harus dimaklum namanya juga proses transfer of technology, karena prajurit kita yang asalnya mengoprasikan senjata manual menjadi digital. Jadi prosesnya harus kita ajarkan secara pelan-pelan,” kata Dwi Jati Utomo.

HARUS BACA :  Su-35 Segera Masuk Tim Evaluasi Pengadaan

Disinggung terkait anggaran untuk pengadaan alutsista terbaru itu, ia mengatakan hal itu merupakan kebijakan pimpinan. Sebab pihaknya hanya membuat kajian dan pimpinannya yang akan memutuskan.

Photo: M109 tiba di Tanjung Priok 9 Juli 2018 (indonesian_military_lovers)

Editor: ()

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  PT DI Serahkan Heli Panther ASW untuk TNI AL Mulai Tahun Depan

2 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here