AS Blokir Penjualan Mesin LHTEC Pesanan Turki untuk Pakistan

Helikopter serang T-129 ATAK buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) © wiltshirespotter via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Amerika Serikat (AS) telah menolak memberikan sertifikat pada Turki untuk mengekspor mesin helikopter ringan buatan LHTEC sebagai bagian dari kesepakatan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk menjual 30 unit helikopter serang ringa T-129 ATAK kepada Pakistan.

TAI berencana memproduksi 30 unit helikopter serbaguna T129 ATAK untuk Pakistan setelah tercapainya kesepakatan senilai $ 1,5 milyar antara dua negara pada bulan Juli, setelah negosiasi panjang selama empat tahun berakhir.

HARUS BACA :  Destroyer India dan KRI SIM Menuju Daerah Latihan

Departemen Pertahanan AS, bagaimanapun, telah menolak lisensi ekspor untuk Turki yang membutuhkan mesin turboshaft LHTEC T800-4A buatan AS yang dimaksudkan untuk menjadi pemasuk tanaga helikopter ATAK, menurut laporan RT pada hari Jumat.

“Ini bukan masalah teknologi atau keuangan tetapi murni politik pada saat ini”, kata pejabat pengadaan senior Turki yang dikutip oleh RT News ketika menjawab pertanyaan dari Defense News pada Agustus ini.

Pakistan dan Turki kini telah sepakat mencari varian pengganti untuk mesin tersebut, kemungkinan dari Prancis atau Polandia, tulis Hurriyet pada hari Kamis.

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf dalam formasi siaga © Russian MoD via Wikimedia Commons

Mesin patungan LHTEC-Rolls Royce itu diuji pada T129 untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Pakistan pada tahun 2016. TAI berharap akan dapat menyelesaikan kontrak dalam lima tahun ke depan.

HARUS BACA :  Iran Segera Ungkap Versi Domestik Sistem Rudal S-300
HARUS BACA :  AS: Insiden Kerch, Petunjuk bagi Eropa Hentikan Nord Stream-2

AS menghukum Turki dengan memberikan sanksi karena membeli sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 Rusia yang menyimpang dari peringatan Washington, seorang pejabat pertahanan senior Turki mengatakan kepada kantor berita Rusia TASS selama pameran senjata IDEAS 2018 di Karachi Pakistan minggu ini.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  HAL India Segera Gandakan Produksi LCA Tejas

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Mampukah Pantsir-S1 Suriah Lawan Rudal Tomahawk ?