TLDM Uraikan Rencana Pembangunan Kapal di Malaysia

Kapal patroli pertama dikelasnya, OPV KD Terengganu © US Navy via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) saat ini telah menggariskan persyaratannya untuk mendukung pengembangan sektor galangan kapal angkatan laut negara itu sebagai langkah modernisasi melalui program transformasi “15-ke-5”, tulis laporan IHS Jane pada hari Jumat.

Sebuah dokumen yang diterbitkan oleh TLDM untuk menandai pensiunnya Laksamana Kamarulzaman Ahmad Badaruddin sebagai Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia, pada akhir November menyerukan “pergeseran strategis” dalam bagaimana ia terlibat dengan industri galangan kapal angkatan laut Malaysia sejalan dengan perkembangan di masa depan, yang ditujukan untuk mengurangi armada tua dari 15 kelas kapal menjadi 5.

HARUS BACA :  Marinir Gelar Pelatihan Alkom Radio Taktis

Dokumen itu menyatakan, “Sebagai pelanggan utama galangan kapal dalam negeri, pemerintah melalui program transformasi 15-ke-5 LTDM, dapat secara positif untuk membentuk arah industri perkapalan lokal”.

“Hal ini dapat dicapai dengan mengubah industri pembuatan kapal dan perbaikan angkatan laut dalam jangka panjang, dapat diprediksi serta berkelanjutan untuk galangan kapal lokal”, tulis laporan itu.

Ia menambahkan, “Itu tidak hanya akan memastikan pengiriman kemampuan yang di butuhkan oleh angkatan laut tetapi juga akan menghasilkan biaya konstruksi yang lebih rendah, masa depan industri perkapalan yang aman dan ini penahanan investasi yang dilakukan pada infrastruktur serta tenaga kerja terampil. Selanjutnya, akan memiliki manfaat lebih kepada industri dan sektor terkait lainnya”.

HARUS BACA :  Uji Coba Nuklir Korea Utara Ganggu Perdamaian
HARUS BACA :  Filipina dan Brunei Menyatakan Minatnya untuk Membeli Medium Tank Harimau

Dokumen ini juga melanjutkan untuk menguraikan tantangan perawatan, logistik, dan pelatihan tradisional yang dihadapi TLDM karna kebijakan Malaysia dalam pengadaan dari berbagai pemasok asing. Dimana 15 kelas kapal yang dimiliki TLDM dibangun di tujuh negara oleh beberapa galangan kapal.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Latihan Pembentukan Pasukan Raider Kostrad

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Erdogan: Turki Akan Gunakan S-400 Jika Diperlukan