Benarkah China Tak Akan Membeli Su-35 Lagi? – Militer.or.id


Su-35 (foto : Wikipedia)

Angkatan Udara China (PLAAF) sebenarnya sangat mengagumi kemampuan dari Su-35K, tetapi di sisi lain China telah memberi sinyal tentang kecilnya kemungkinan pembelian ulang Su-35.

Menurut pengumuman terbaru dari Rusia, industri penerbangan KnAAPO telah menyelesaikan pengiriman 24 unit pesawat tempur multiguna Su-35SK ke Angkatan Udara China di bawah kontrak senilai US$ 2 milyar yang ditandatangani pada tahun 2016.

Segera setelah itu, Angkatan Udara Cina memamerkan beberapa gambar dari Su-35SK yang tergabung di Brigade Udara ke-6 dalam keadaan siap tempur.

HARUS BACA :  Garis Depan Gaza-Israel Relatif Aman Setelah Gencatan Senjata

Penilaian awal dari PLAAF menyatakan Su-35 memiliki kelebihan pada jangkauan yang jauh dan kemampuan manuvernya yang tinggi berkat mesin dengan daya dorong vectoring AL-41F1S 3-D, yang memiliki daya tahan 6.000 jam terbang (setara dengan mesin-mesin pesawat buatan Barat atau dua kali umur mesin Su-30).

Di satu sisi, China memuji fitur dari Su-35SK, tetapi di sisi lain ada kemungkinan prospek pembelian ulang sangat kecil, seperti yang ditunjukkan oleh identifikasi ” Triangular Iron “, di mana di masa depan PLAAF hanya akan diperkuat oleh pesawat tempur stealth J-20, J-16 dan J-10.

HARUS BACA :  Pembangunan Bersama Jet Tempur Generasi ke-5, Lanjut
HARUS BACA :  Elbit Systems Kirim Simulator M-346 ke Polandia

Kelemahan pertama yang dikeluhkan Cina tentang Su-35 adalah avioniknya yang biasa saja dan bahkan ketinggalan jaman bila dibandingkan varian terbaru J-11 atau J-16.

Pesawat t Triangular Ironur tersebut sebagian besar sudah dilengkapi radar Active-Phase Active-Scanning (AESA) untuk jet tempur terpadu, sedangkan Su-35SK masih menggunakan teknologi radar lawas N035 Irbis-E pasif scan (PESA).

Dari segi persenjataan Su-35SK juga menjadi masalah bagi China, karena Su-35K sulit untuk mengintegrasikan senjata rudal buatan China seperti PL-15 .

HARUS BACA :  Sukhoi Subjec Method Expert Exchange Indonesia - India

Selain itu, Su-35SK menggunakan sistem komunikasi buatan Rusia yang berbeda dari China, sehingga tidak dapat bekerja bersama secara efektif.

Akhirnya, jika tidak ingin kesulitan untuk memenuhi logistis dan pemeliharaan yang layak, industri penerbangan Cina mungkin harus memproduksi sendiri hampir semua tahapan produksi Su-35.

BaoDaViet

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

HARUS BACA :  Kontrak Produksi Massal Altay Segera Diteken

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Indonesia Ditargetkan Mandiri Alutsista Tahun 2045

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here