Gusur T-72, Hongaria Akuisi 44 Tank Leopard 2A7+

Leopard 2A7

Kementerian Pertahanan Hongaria telah menandatangani kontrak dengan Krauss-Maffei Wegmann Jerman untuk membeli 44 tank tempur utama Leopard 2A7 + baru dan 24 self-propelled howitzers PzH 2000.

Kontrak, yang ditandatangani Kamis oleh Departemen Pertahanan Hongaria, bernilai lebih dari US$ 565 juta termasuk tambahan 12 tank Leopard 2 A4 bekas untuk tujuan pelatihan.

Menteri Pertahanan Hongaria Tibor Benko mengatakan bahwa dengan menandatangani perjanjian itu, angkatan bersenjata kedua negara telah memperkuat kerja sama mereka yang lancar dan luas.

HARUS BACA :  Jangan Remehkan, Meski Sederhana dan Murah Pesawat Ini Oke

Menurut sumber-sumber Kementerian Pertahanan Hongaria, kendaraan tempur baru akan menggantikan tank T-72 dan sistem artileri era Soviet yang masih beroperasi.

Digunakan oleh lebih banyak negara, Leopard 2 adalah salah satu tank tempur utama terbaik di dunia. Kinerja tempurnya telah terbukti  dengan kombinasi optimal daya tembak, perlindungan, mobilitas, dan kesiapan operasional, menempatkan Leopard 2 di kelasnya sendiri.

Yang terpenting, tank ini dipersenjatai dengan meriam smoothbore 120mm buatan Rheinmetall. Rheinmetall juga membuat berbagai amunisi canggih untuk Leopard 2 serta memasok teknologi pengendalian tembakan tank dan sistem C4I.

HARUS BACA :  Sendirian, Tentara Ini Bertempur Melawan Enam Tank Jerman
HARUS BACA :  Tentara Bayaran Makin Merajalela di Seluruh Dunia

Sedangkan howitzer self-propelled PzH 2000 juga merupakan salah satu sistem artileri paling canggih di dunia, yang mampu memberikan dukungan tembakan penting dalam berbagai skenario operasional.

Sistem senjata menggabungkan kemampuan serangan jarak jauh dengan dapat menembakkan amunisi standar NATO hingga 30 atau 40 km dan melibatkan target pada jarak hingga 56 km dengan amunisi jarak jauh yang ditingkatkan. Senjata ini juga memiliki mobilitas medan perang yang cukup baik.

PzH 2000 diproduksi bersama oleh Rheinmetall Defense dan Krauss-Maffei Wegmann, dengan Rheinmetall bertanggung jawab atas sekitar 50% dari total konten. Jerman dan Belanda adalah dua negara yang mengoperasikan senjata tersebut

HARUS BACA :  Tentara Bayaran Makin Merajalela di Seluruh Dunia

Sebelumnya Kementerian Hungaria juga memesan 16 helikopter serba guna H225M dari Airbus sebagai bagian dari program baru, yang tujuannya adalah untuk memperluas kemampuan Angkatan Darat mereka.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Inilah Sejarah dan Kemampuan Kapal Selam Kelas Chang Bogo

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Jepang Temukan Sejumlah Rudal Anti Pesawatnya Rusak

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here