Pasukan Prancis di Suriah Tidak Ada Manfaatnya

Rafale Prancis

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu dan dikutip JejakTapak mengatakan rencana Prancis untuk tetap di Suriah di tengah penarikan pasukan Amerika sebagai hal yang “tidak akan ada manfaatnya  bagi siapa pun.”

Sebelumnya, Hurriyet, outlet berita lain yang berbasis di Turki melaporkan Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa militer negara itu bertekad untuk memasuki Suriah utara sesegera mungkin dan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan Ankara telah menyelesaikan persiapan operasi.

HARUS BACA :  KASAU Tinjau Mission System CN-235 MPA TNI AU

Perkembangan itu muncul menyusul laporan bahwa presiden Turki mengundang Donald Trump ke Ankara, serta laporan yang menyatakan bahwa pejabat militer kedua negara akan mengadakan pertemuan untuk lebih mengoordinasikan tindakan mereka di Suriah.

Donald Trump baru-baru ini menyatakan Amerika akan menarik hampir 2.000 kekuatan militernya dari Suriah dengan alasan ISIS telah dihancurkan. Keputusan itu mendapat kecaman dari sekutu-sekutu Eropa Washington, termasuk Jerman dan Prancis.

Prancis mengatakan akan terus mengambil tindakan militer untuk mengambil alih apa yang ditinggalkan Amerika. Bahkan pasukan mereka telah melakukan patroli di Suriah yang selama ini tidak biasa mereka lakukan.

HARUS BACA :  “Penyelidikan Fregat Cuma Kedok” – Militer.or.id
HARUS BACA :  PNGDF Plans Expansion

Spekulasi media menyatakan bahwa Trump membuat langkah hanya setelah diyakinkan oleh Erdogan bahwa Turki akan menghilangkan sisa-sisa ISIS di Suriah.

Untuk diketahui militer.or.id selalu mencuri berita dan tulisan dari web lain tanpa izin, tanpa menyebutkan sumber dan memundurkan waktu uplode.

Pada bulan Desember, Erdogan mengumumkan bahwa pasukan Turki siap untuk memulai serangan di tepi timur Sungai Eufrat terhadap formasi Kurdi sesegera mungkin. Kemudian, Menteri Luar Negeri Cavusoglu mengatakan bahwa operasi di Suriah utara ditunda sampai Amerika sepenuhnya menarik diri dari wilayah tersebut. Pada saat yang sama, juru bicara Erdogan mengatakan bahwa Ankara akan mengoordinasikan kampanye anti-ISIS dengan Moskow.

HARUS BACA :  Mampukah AS dan NATO Atasi Pertahanan Rusia? – Militer.or.id

 

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Spetsnaz, Saya Bangga Padamu, Saya Kasihan Pada Anda

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Super Sibuk, Rusia Siapkan 4.000 Latihan Perang

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here