Dua Lulusan Terbaik Sekolah Penerbang TNI AU 2017

Dua Lulusan Terbaik Sekolah Penerbang TNI AU 2017

Militer.or.id – Dua Lulusan Terbaik Sekolah Penerbang TNI AU 2017.

Dua Lulusan Terbaik Sekolah Penerbang TNI AU 2017
Dua Lulusan Terbaik Sekolah Penerbang TNI AU 2017. (Tribunnews)

Komandan Komando Pembinaan Doktrin dan Latihan (Dankodiklatau), Marsda TNI Eko Supriyanto, SE,M.M, Jumat (18/8/2017), menutup Pendidikan Sekolah Penerbang Terpadu TNI Angkatan 91, dalam suatu Upacara Militer di Gedung Serba Guna Lanud Adisutjipto.

Dalam upacara tersebut, juga diumumkan dua siswa penerbang yang menjadi lulusan terbaik sekolah penerbang TNI AU Angkatan 91.

Kedua orang tersebut adalah Letda Pnb M. Nogi Bramantyo, S.T.Han pada jurusan Fix Wing dan Letda Pnb Dito Sigit Kuncoro, S.T Han. untuk jurusan Rotary.

Komandan Kodiklatau dalam sambutannya mengatakan, bahwa persyaratan mutlak yang harus dimiliki para penerbang adalah airmanship yang tinggi.

Hal tersebut dirasa penting bagi para penerbang karena merupakan cerminan sikap, penampilan, dan perbuatan.

“Airmanship penting bagi penerbang, baik saat melaksanakan tugas di udara maupun menghadapi dunia penerbangan pada umumnya. Untuk itu tanamkanlah Airmanship didalam diri.

Lanjutnya, Dankodiklatau menngharapkan kepada para penerbang muda, bahwa ilmu pengetahuan dan ketrampilan dasar penerbangan militer yang telah diperoleh harus benar-benar dihayati, dan diimplementasikan ke dalam pelaksanaan tugas kedepannya.

“Semoga para penerbang mampu melaksanakan tugas operasi penerbangan dengan optimal. Tentunya dengan menerapkan ilmu yang telah diperolehnya selama ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekolah Penerbang Terpadu TNI AU berhasil meluluskan 46 orang penerbang muda. Sebanyak 35 orang akan memperkuat skadron di TNI AU, 8 orang akan memperkuat skadron di TNI Angkatan Darat, dan 3 orang akan memperkuat Skadron di TNI Angkatan Laut.

“Dari 46 penerbang itu, 8 orang masuk jurusan Helly, 14 orang jurusan angkut, dan 13 orang jurusan tempur,” pungkasnya.

Sumber : Tribunnews

author
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *