Program ToT Alutsista TNI Harus Penuhi Tiga Syarat

Militer.or.id – Program ToT Alutsista TNI Harus Penuhi Tiga Syarat.

Pengamat Militer dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi menyatakan ada pergeseran dalam tradisi perang hari ini yang sebelumnya berbasis pada manusia, bergeser menjadi perang berbasis alat, teknologi atau mesin.

Hal tersebut, sambungnya, menjadi penting bagi TNI AD mencoba untuk mulai beranjak mengubah paradigmanya. “Dalam tradisi peperangan generasi kelima, bergeser dari basis manusia ke alat, manusia hari ini hanya jadi suplemen,” ujarnya, Sabtu 16 September 2017.

HARUS BACA :  Skadron Baru USAF Menaungi F-35A Denmark dan Belanda

Dia juga mengatakan, harusnya pengadaan panser baru dari Ceko bukan hanya menggantikan panser-panser yang lama tapi menjadi alat tambahan perang untuk TNI AD. Berdasar fakta yang ada, lanjut dia, TNI belum mampu untuk mengubah doktrinnya secara langsung ke arah mekanik infanteri karena masih banyak kekurangan di dalamnya.

“Perubahan dari human base menjadi mekanik base harus berbasis pada beberapa hal, seperti adanya ancaman berbasis teknologi pertahanan, juga soal kesiapan SDM kita, kalau hal itu belum ada tentu rumit dipraktikkan,” tegasnya.

HARUS BACA :  Keen Sword, Latihan Perang AS Jepang Kanada, 57.000 Prajurit
HARUS BACA :  US Army Tingkatkan Jangkauan Amunisi Udara

Muradi menambahkan, program transfer of technology (ToT) dalam setiap pembelian alutsista merupakan keharusan. Namun, jangan hanya sekadar tukar-menukar teknologi lantas tidak ada pengembangan setelahnya.

“Program ToT ada prasyaratnya. Pertama, riset dan pengembangan. Kedua, ada anggarannya. Ketiga ada pasarnya. Buat apa ada ToT tapi kalau tidak ada pengembangan setelahnya. Jadi jangan hanya sekadar beli teknologi, tapi bagaimana mengembangkan, memanfaatkan, juga bisa menjual hasil pengembangannya,” jelasnya.

HARUS BACA :  Bakamla RI -Tim Sar Gabungan Lanjutkan Pencarian Kapal Yora Tiga

Photo : Pandur II 8×8 di PT Pindad (defence.pk)

Sumber : Sindonews

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Angkatan Laut AS Akan Diperkuat 8 MH-60R Seahawk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Publikasi Akan Jadi Bukti Sejarah Perjalanan Indonesia