Thailand Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Udara

Militer.or.id – Thailand Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Udara.

Sistem rudal pertahanan udara HQ-12 (KS-1C) Myanmar. © Top81.cn

Militer.or.id – Angkatan Bersenjata Thailand telah menunjukkan sistem rudal permukaan ke udara (SAM) KS-1C (KaiShan) buatan China, yang telah diperolehnya dalam dua tahun terakhir. Ini juga akan berlanjut tahun ini, dengan pembelian sistem rudal pertahanan udara VL MICA dari MBDA.

Hingga sekarang ini, Angkatan Bersenjata Thailand (RTA) hanya mengoperasikan senjata anti pesawat terbang jarak pendek seperti Oerlikon GDF-007 dan juga rudal MANPADS seperti Thales Starstreak.

KS-1C dikembangkan oleh China Aerospace Science and Industry Cooperation (CASIC) dan merupakan perbaikan dari versi KS-1A. Ini memiliki jangkauan yang ditingkatkan, dari 50 km menjadi 70 km dan layanan ketinggian maksimum hingga 27 km dari 24 km.

HARUS BACA :  Kementerian Pertahanan Rusia Segera Peroleh 14 Su-30SM

Sistem KS-1C milik Angkatan Darat Thailand ditembakkan dari rel peluncur ganda yang dipasang pada truk 6×6 buatan China.

Militer Thailand menempatkan sistem rudal permukaan ke udara (SAM) KS-1C buatan China. © Sukasom Hiranphan

Sistem hanud buatan China tersebut dipasangkan dengan radar H-200 yang memiliki jangkauan deteksi hingga 120 km. Pada saat dikembangkan, H-200 adalah merupakan radar pertahanan udara bertahap pertama buatan China dan banyak yang menyamakan bentuk dan konsep operasinya dengan AN/MPQ-53 pada sistem rudal Patriot AS.

HARUS BACA :  Alutsista 3 Matra di Pameran HUT ke-72 TNI, Koarmatim
HARUS BACA :  Lebanon Terima Kiriman Super Tucano Batch Dua dari AS

China mengklaim bahwa radar H-200 tersebut mampu mengarahkan enam rudal KS-1 (secara bersamaan) untuk mencegat 3-6 target yang masuk.

Berbeda dengan Angkatan Udara Thailand yang bersandar Barat, Angkatan Darat telah mengadopsi berbagai peralatan tempur buatan China, termasuk peluncur roket multi laras WS-1 302 mm dan tank tempur utama VT-4 yang baru.

Pada pameran pertahanan dan keamanan tahun lalu yang diselenggarakan di Bangkok, Pascal Emler, Eksekutif Regional MBDA, mengatakan perusahaannya akan mengirimkan dua peluncur VL MICA yang dipasang pada truk tahun ini, bersama dengan sebuah truk komando.

HARUS BACA :  KSAU Minta Radar Perbatasan Beroperasi 24 Jam

Namun Angkatan Darat Thailand memutuskan untuk tidak membeli sepasang peluncur kedua, seperti yang telah direncanakan sebelumnya pada tahun 2013.

MBDA mengklaim bahwa MICA adalah satu-satunya di dunia yang mampu dipasangi seeker pencari panas (VL MICA IR) atau dengan radar aktif (VL MICA RF).

Unit peluncur MICA Thailand, akan di lengkapi dengan radar bertahap C-band mobile TRML-3D/32 buatan Airbus Defense & Space yang memiliki jangkauan deteksi hingga 200 km.

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Chen Chuanren di situs AIN Online.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Turkish Aerospace Industries Pilih Dassault Systèmes untuk TFX

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here