Swedia Borong Ratusan Rudal PAC-3+ Senilai $3,2 Miliar

Militer.or.id – Swedia Borong Ratusan Rudal PAC-3+ Senilai $3,2 Miliar.

Sistem rudal patriot MIM-104 selama training pengerahan Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) di Iwakuni, Jepang. © USMC via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Departemen Luar Negeri AS telah memutuskan untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada Swedia dari Patriot Configuration 3 Plus (PAC-3+) Modernized Fire Units dengan perkiraan biaya sebesar $ 3,2 miliar.

HARUS BACA :  Turki Ingin Produksi S-500 Bersama Rusia

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DCSA) sudah menyampaikan sertifikasi yang diperlukan dan memberitahukan Kongres tentang kemungkinan penjualan tersebut pada tanggal 20 Februari.

Pemerintah Swedia telah meminta untuk membeli 4 (empat ) Patriot Configuration 3 Plus (PAC-3+) Modernized Fire Units yang terdiri dari:

  • 4 (empat) set radar AN/MPQ-65,
  • 4 (empat) stasiun kontrol keterlibatan AN/MSQ-132,
  • 9 (sembilan) set tiang antena
  • 12 (dua belas) stasiun peluncur M903,
  • 100 (seratus) rudal Patriot MIM-104E Guidance Enhanced Missile-TBM (GEM-T)
  • 200 (dua ratus) rudal Patriot Advanced Capabilty-3 (PAC-3) Missile Segment Enhancement (MSE)
  • 4 (empat) Electrical Power Plants (EPP) III.
HARUS BACA :  Navy ASW Helis to be Armed with Spike NLOS Missiles
HARUS BACA :  Inggris-Arab Saudi Teken Kerja Sama Militer

Termasuk peralatan komunikasi, tools dan alat uji, program uji, alat pendukung untuk termasuk kendaraan terkait, penggerak utama, generator, publikasi dan dokumentasi teknis, peralatan pelatihan, suku cadang dan perbaikan, pelatihan personil, dukungan logistik, Integrasi Sistem dan Checkout (SICO) dan dukungan program lainnya.

Penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan kemampuan pertahanan rudal Swedia serta mempertahankan integritas teritorialnya dan meningkatkan stabilitas regional.

HARUS BACA :  Indo Defence 2018: Presiden Joko Widodo Akan Berikan Nama Medium Tank

Kontraktor utamanya adalah Raytheon Corporation di Andover, Massachusetts, dan Lockheed-Martin di Dallas, Texas. Tidak ada kesepakatan offset sehubungan dengan potensi penjualan tersebut.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  3 Produk Andalan Lockheed Martin di Indo Defence 2018

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Trump Berharap Tak Ada Masalah dengan F-35 Turki