Biaya Servis Bengkak, Pentagon Stop Kiriman F-35

Militer.or.id – Biaya Servis Bengkak, Pentagon Stop Kiriman F-35.

Letkol Christine Mau, pilot wanita pertama jet tempur F-35. © US Air Force via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Pentagon kabarnya telah meminta kepada pabrikan pesawat F-35 Lockheed Martin, bahwa pesawat-pesawat pesanannya tidak dapat diterima untuk saat ini karena perdebatan mengenai siapa yang akan memberi anggaran atas “kesalahan produksi yang ditemukan tahun lalu kepada lebih dari 200 jet tempur siluman itu”, yang dilansir dari Reuters pada hari Rabu.

“Kantor Program Bersama F-35 saat ini telah menangguhkan sementara penerimaan pesawat sampai kami mencapai kesepakatan tentang masalah kontrak dan kami berharap ini akan segera diselesaikan”, kata juru bicara Lockheed Martin kepada Reuters.

Pada musim gugur yang lalu, bagian-bagian yang berkarat yang mengunci kerangka luar dan badan pesawat siluman, mengakibatkan Pentagon menghentikan pengiriman pesawat yang menghasilkan keuntungan sekitar $ 100 juta per unit kepada Lockheed Martin.

HARUS BACA :  Malaysia Pangkas Budget Pertahanan 2019
HARUS BACA :  Pesawat Tempur Koalisi Saudi Serang Lokasi Gerilyawan Al-Houthi

Kontroversi itu bermula dari “apa yang mungkin akan menjadi perbaikan logistik yang rumit yang mengharuskan teknisi melakukan perjalanan secara luas demi memperbaiki pesawat yang tersebar di seluruh dunia”, lapor Reuters, mengutip 3 sumber yang akrab dengan situasi tersebut.

“Ketika Pentagon menghentikan penerimaan kiriman F-35, pelanggan asing juga dapat terpengaruh. Sejauh ini setidaknya dua pemerintah asing telah menghentikan penerimaan F-35 sebagai akibat dari masalah ini”, kata dua sumber.

Namun Pentagon sendiri masih belum memberikan komentar, meskipun ada upaya oleh beberapa outlet berita untuk mendapatkan informasi dari mereka.

HARUS BACA :  Investigasi: Pasukan Khusus AS yang Disergap, Beraksi Tanpa Otorisasi Komando

Lockheed Martin mengatakan bahwa pabrik masih berjalan dan bahwa mereka “yakin” akan tetap mengirimkan 91 pesawat ke Departemen Pertahanan AS pada tahun 2018, seperti yang dipersyaratkan oleh kontrak untuk pesawat-pesawat tersebut.

Setidaknya salah seorang pejabat Angkatan Laut AS telah mencatat bahwa Lockheed Martin telah sengaja memperlambat selama negosiasi dengan pemerintah, dan sejauh ini berusaha menghalangi proses untuk memberikan angka yang tepat tentang harga pesawat yang sesungguhnya.

“Saya akan memberitahu Anda, saya tidak puas dengan kolaborasi dan kerjasama yang dilakukan Lockheed Martin… Mereka semestinya bisa jauh lebih kooperatif dan kolaboratif”, jelas Vice Admiral Mat Winter, direktur Kantor Program F-35, pada Maret lalu.

Winter mengakui bahwa harganya memang turun, tapi itu tidak turun cukup cepat.

HARUS BACA :  China Building Third Aircraft Carrier More Advanced than Liaoning
HARUS BACA :  Rudal Korea Utara Meluncur Sejauh 2.700 Km

Dan menambahkan bahwa: “Kita bisa menyegel kesepakatan ini lebih cepat. Kita bisa. Namun mereka [Lockheed Martin – red] lebih memilih untuk tidak dan itu adalah taktik negosiasi… Kami tidak tahu hingga ke tingkat perincian yang kita inginkan, yang mana, berapa sih biaya sebenarnya untuk memproduksi pesawat ini”.

Biaya untuk program Joint Strike Fighter F-35 selama siklus hidup selaman 60 tahun, diperkirakan mencapai lebih dari $ 1,6 triliun.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here