Pentagon Potong Biaya Tambahan Untuk Ekspor Alutsista

Militer.or.id – Pentagon Potong Biaya Tambahan Untuk Ekspor Alutsista.

Jet tempur F-16 Angkatan Udara AS. © US Military via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS atau DSCA pekan ini mengumumkan pemotongan biaya tambahan pada produk pertahanan Amerika yang dijual ke luar negeri dari 3,5 persen menjadi 3,2 persen, dan secara efektif menurunkan harga yang harus dibayar oleh negara-negara mitra ketika membeli alutsista melalui sistem Penjualan Militer Asing atau Foreign Military Sales (FMS).

HARUS BACA :  Korem 152/Babullah Ternate Salurkan Hewan Kurban 13 Sapi

Biaya Administrasi FMS ini dinilai berdasarkan nilai total penjualan FMS dan mencakup biaya administrasi pengelolaan program FMS. Di bawah FMS, pemerintah AS memakai sistem akuisisi Departemen Pertahanan untuk memperoleh artikel termasuk layanan pertahanan atas nama mitra internasionalnya.

DSCA mengelola FMS tanpa biaya kepada Pemerintah AS sesuai dengan Pasal 21 dari Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata (AEC). Pengurangan atas suku bunga itu akan memungkinkan alutsista AS untuk menjadi lebih kompetitif di pasar pertahanan global, mendukung tujuan administrasi dibawah Kebijakan Transfer Senjata Konvensional baru untuk mempromosikan lebih banyak penjualan senjata dan layanan ke mitra asing.

HARUS BACA :  Spyder Missiles have been Deployed
HARUS BACA :  FSMTC Offers the Philippines Helicopters, Marine Equipment and Small Arms

Perubahan tersebut akan berlaku mulai 1 Juni 2018. Pendanaan dari biaya tambahan digunakan untuk mendukung proses FMS, di mana pemerintah AS bertindak sebagai perantara untuk industri dan pelanggan asing, menggunakan sistem akuisisi Amerika.

Pengumuman Pentagon tersebut datang beberapa hari setelah pemerintahan Trump meluncurkan pedoman baru mengenai transfer senjata konvensional dan sistem tanpa awak sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan penjualan alutsista dari AS ke luar negeri.

HARUS BACA :  Pejabat Katakan, Pentagon Gagal Audit

Kepala DSCA Letnan Jenderal Charles Hooper mengikat biaya tambahan tersebut agar dipotong langsung, mengatakan bahwa perubahan itu “akan segera mengurangi biaya melakukan bisnis dengan mitra internasional”.

“Ini menunjukkan komitmen Departemen Pertahanan untuk membebankan kepada apa yang diperlukan demi mendukung administrasi program FMS yang meliputi penjualan artikel pertahanan (alutsista), jasa pertahanan dan pelatihan militer”, tambah Hooper.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Texstars to Develop Canopy and Windshield Transparencies for the KF-X Fighter

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Kapitalisme Mengamuk: Utang AS Tembus $ 21 Triliun