Pentagon: Proyek Helikopter $ 31 Miliar Mundur dari Jadwal

Militer.or.id – Pentagon: Proyek Helikopter $ 31 Miliar Mundur dari Jadwal.

Helikopter CH-53K King Stallion di Naval Air Station. © US Navy

Militer.or.id – Proyek helikopter terbaru senilai $ 31 miliar dari Lockheed Martin Corp untuk Korps Marinir AS mungkin molor dari jadwal dan dapat kehilangan sasaran untuk kemampuan tempur awal sekitar 8 bulan, menurut analis Pentagon.

Dilansir dari Bloomberg, pejabat Departemen Pertahanan AS mencatat lebih dari 1.000 “permasalahan teknis yang akan berdampak pada misi” saat ini dan diproyeksikan akan “berisiko tinggi” terhadap helikopter CH-53K King Stallion yang memenuhi sasarannya pada Desember 2019, menurut dokumen peninjauan program.

Angkatan Laut AS (US Navy) berencana membeli 200 helikopter yang dikenal sebagai King Stallion. Itu dijadwalkan melakukan debut internasionalnya minggu ini di pameran udara tahunan di Berlin, adalah motivasi utama Lockheed mengakuisisi Sikorky senilai $ 9 miliar dari United Technologies Corp. pada tahun 2015.

HARUS BACA :  Rusia Kembangkan Tank BMPT-72 Terminator 3

Memperbaiki kekurangan telah membutuhkan “desain ulang dan kualifikasi ulang” dari “sejumlah besar komponen”, menurut tinjauan yang disiapkan dibulan Februari. Empat helikopter dalam program uji terbang beroperasi pada tingkat efektivitas sebesar 69 persen pada akhir tahun lalu, “jauh di bawah” 75 hingga 90 persen sesuai standar yang dibutuhkan, dalam temuan review tersebut.

FASE KRITIS

James Geurts baru-baru ini bertemu dengan pejabat program Lockheed dan Angkatan Laut untuk membahas kekhawatirannya tentang molornya jadwal pengujian seperti yang telah direncanakan sebelumnya dan menyatakan rasa urgensinya untuk segera memperbaiki situasi.

“Kepercayaan kami berada pada fase kritis saat ini. Beberapa minggu ke depan akan menjadi kunci”, kata James Geurts, asisten sekretaris Angkatan Laut untuk Akuisisi.

CH-53K King Stallion akan mampu mengangkat beban 12.200 kg. Itu akan menjadi ukuran yang sama seperti pendahulunya, Super Stallion, tetapi mampu mengangkut tiga kali lipat kargo, menurut Lockheed. Pentagon pada bulan April 2017 menyetujui program untuk memasuki produksi tingkat rendah, dan mengesahkan produksi batch awal dari 26 helikopter yang direncanakan.

HARUS BACA :  TNI AU - RSAF Jajaki Pelatihan Pilot UAV dan Air Refueling
HARUS BACA :  Inggris Tanggapi Secara Proporsional Ancaman Rusia

Melissa Chadwick, juru bicara Bethesda, Lockheed yang berbasis di Maryland, membela kemajuan helikopter, mengatakan dalam emailnya bahwa Lockheed sekarang melacak untuk merencanakan plus-atau-minus sedikit”. Dan menambahkan kontraktor melacak sekitar 100 item, tetapi beberapa diantaranya sudah diperbaiki dan dibuktikan atau sedang dalam proses.

“Program ini jatuh tempo dengan cepat dan kami akan tetap berkomitmen yang memungkinkan Korps Marinir AS untuk menyelesaikan persyaratan uji operasional sesuai jadwal. Lebih jauh lagi, kami berada pada target untuk masuk ke dalam produksi”, tambahnya.

CH-53K pertama, model uji, akan dikirimkan bulan depan ke Marine Corps Air Station New River di Jacksonville, North Carolina, katanya. Perbaikan pada gearbox utama helikpter “menjadi penyebab masalah molornya jadwal awal yang mengarah kepada penerbangan perdana” tetapi “keseimbangan pengujian kualifikasi” dari gearbox itu berjalan sesuai rencana”, kata Chadwick.

HARUS BACA :  Angkatan Laut AS Kirim Dua Kapal Melalui Selat Taiwan

RENCANA ANGGARAN

Rencana Anggaran Angkatan Laut untuk fiskal 2019-2023 telah meningkatkan belanja pengadaan pada CH-53K menjadi $ 2,3 miliar pada tahun 2023, atau naik dari $ 756 juta tahun ini dan $ 1,3 miliar yang diusulkan untuk tahun fiskal 2019.

HARUS BACA :  Wow, Jet Tempur Multiperan di Kawasan Asia Pasifik

Laporan Akuisisi Terpilih Angkatan Laut AS terakhir di helikopter mengakui masalahnya tetapi mengatakan helikopter tersebut tetap sesuai jadwal untuk memenuhi tonggak pencapaiannya. Namun, ia mencatat bahwa penyelesaian masalah teknis yang efisien dan menggabungkan perubahan desain akan menjadi penting demi memenuhi jadwal program tersebut.

Biaya perolehan yang diproyeksikan saat ini, termasuk pengembangan adalah $ 139,5 juta per unit, menurut laporan akuisisi. Itu lebih besar 20 persen dari garis dasar awal yang ditetapkan pada tahun 2005. Undang-undang tahun 1982 akan mensyaratkan pemberitahuan kepada Kongres jika pembengkakan mencapai 30 persen atau lebih.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Prancis Pertimbangkan Inggris Ikut Kemitraan Jet Tempur Eropa

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here