BriteCloud Kini Hadir Untuk Pesawat Angkut Militer

Militer.or.id – BriteCloud Kini Hadir Untuk Pesawat Angkut Militer.

BriteCloud Expendable Missile Decoy © Leonardo

Militer.or.id – Leonardo telah meluncurkan versi yang lebih kuat dari jammer BriteCloud yang telah dioptimalkan untuk dipergunakan selama perlindungan diri dari pesawat angkut berukuran medium dan besar, seperti dilansir dari laman Flight Global.

“Saat ini dalam tahap akhir pengembangan, BriteCloud 55-T tersedia untuk dipesan sekarang dan akan dikirimkan pada awal 2019”, kata perusahaan.

Calon platform potensialnya termasuk C-27J Spartan, bersama dengan Airbus Defense & Space A400M, Embraer KC-390 dan Lockheed Martin C-130.

“Aset lain yang dapat mengambil manfaat dengan membawa umpan BriteCloud ini termasuk pesawat pengisi bahan bakar di udara dan intelijen, platform pengawas dan pengintaian”, tambahnya.

Pengoperasian dengan pesawat serang Panavia Tornado GR4 milik Kerajaan Inggris, Leonardo BriteCloud 55 cocok dengan chaff dan dispenser suar 55 mm. Dengan berat dan dimensi yang sama, versi terbaru telah dikembangkan untuk menghasilkan tanda tangan radar “hantu” yang jauh lebih kuat, menurut perusahaan. Peningkatan telah dimungkinkan oleh perkembangan teknologi baterai, tambahnya.

HARUS BACA :  3 Produk Andalan Lockheed Martin di Indo Defence 2018
HARUS BACA :  Israel Mampu Atasi S-300 dan S-400 di Suriah - Analis

Produk BriteCloud 55-T diluncurkan dalam konferensi Electronic Warfare Europe yang diadakan di Lausanne, Swiss, pada tanggal 5 Juni.

Sebuah umpan BriteCloud dirilis ketika rudal mendekat dan terdeteksi oleh penerima radar peringatan pesawat, dan ini akan menghasilkan target radar palsu yang menarik senjata tersebut menjauh dari target yang dituju.

Leonardo – yang juga menawarkan teknologi dalam format “218” yang lebih kecil yang kompatibel dengan sistem perlindungan diri yang ditemukan pada jet tempur produksi AS.

HARUS BACA :  Uji Sayap Lipat F/A-18 AS Gunakan Material SMA

Pengujian sistem format-218 telah dilakukan tahun lalu menggunakan jet tempur F-16 Angkatan Udara Kerajaan Denmark dan baru-baru ini uji coba dilakukan untuk negara lain.

“Kami memiliki banyak pelanggan dan mereka sangat berminat”, kata Dave Appleby, wakil presiden sales perusahaan untuk peperangan elektronika.

Perusahaan telah meluncurkan pengembangan BriteCloud pada tahun 2013, dengan uji coba penerbangan pertama dilakukan menggunakan jet tempur Tornado di tahun 2014.

HARUS BACA :  Parlemen Afrika Selatan Tolak Bertemu Delegasi Knesset Israel

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Elfien Goentoro Jadi Direktur Utama PT DI yang Baru

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Kenaikan Pangkat 47 Prajurit Lanud Supadio

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here