Sistem S-400 Meminimalkan Ketergantungan Eksternal Turki

Militer.or.id – Sistem S-400 Meminimalkan Ketergantungan Eksternal Turki.

S-400 Triumph. (photo: Mil.ru)

Ankara, Militer.or.id, Sistem Rudal pertahanan udara S-400 Rusia penting bagi Turki karena meminimalkan ketergantungan eksternal negara, kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu, Jumat, 8 Juni 2018, yang dikutip kantor berita Turki Anadolu Agency.

“Pembelian sistem Rudal pertahanan udara S-400 memenuhi kepentingan nasional Turki yang tidak ada hubungannya dengan politik. Sistem Rusia meminimalkan ketergantungan eksternal Turki. Ini sangat penting bagi negara kita,” kata menteri dalam negeri, dirilis oleh TASS, 8-6-2018.

HARUS BACA :  Rusia Tak Percaya Bila Senjata Laser AS Mampu Cegat Rudal

Dilaporkan pada bulan November 2016 bahwa Turki sedang dalam pembicaraan dengan Rusia untuk membeli sistem Rudal pertahanan udara S-400.

Penandatanganan kontrak itu dikonfirmasi oleh pihak Rusia pada 12 September 2017 dan Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan pada saat itu bahwa Turki telah melakukan pembayaran uang muka berdasarkan kontrak.

Turki menjadi pembeli asing kedua dari sistem S-400 setelah China dan negara anggota NATO pertama yang mendapatkan sistem Rudal permukaan-ke-udara dari Rusia.

S-400 (Mil.ru)

Jangka waktu yang berbeda dari pengiriman S-400 ke Turki disebutkan sebelumnya. Pada Maret 2018, ajudan presiden Rusia untuk kerja sama militer dan teknis, Vladimir Kozhin mengatakan bahwa Rusia berencana untuk menyerahkan sistem Rudal S-400 ke Turki pada awal tahun 2020.

HARUS BACA :  Serangan Udara Baru Koalisi Hentikan Usaha Evakuasi Di Suriah
HARUS BACA :  TNI AU Berbagi Pengalaman dengan Delegasi RAAF

Pada bulan Februari 2018, Kepala perusahaan teknologi tinggi negara Rusia, Rostec Sergei Chemezov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post bahwa sistem akan diserahkan kepada pelanggan pada tahun 2019 tetapi tidak menentukan tanggalnya.

S-400 Triumf adalah sistem Rudal pertahanan udara jarak jauh dan menengah Rusia yang ditujukan untuk menembak dan mengintai pesawat, termasuk pesawat siluman, dan target udara lainnya. S-400 dapat mendeteksi hingga 80 target di waktu bersamaan pada jarak 400 km dan ketinggian 30 km.

HARUS BACA :  Ukraina Berlakukan Darurat Militer, Khawatir Diserang Rusia

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.3k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Rusia Tak Percaya Bila Senjata Laser AS Mampu Cegat Rudal

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Korea Utara Bangun Kapal Selam Nuklir?