ESSM Blok 2 Berhasil Cegat BQM-74E

0
451

Militer.or.id – ESSM Blok 2 Berhasil Cegat BQM-74E.

Kapal induk USS Carl Vinson meluncurkan rudal ESSM © US Navy via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Kantor Proyek Seasparrow NATO baru-baru ini melakukan uji coba langsung pertama dari rudal anti-pesawat Evolved Seasparrow Missile (ESSM) Blok 2, yang membuktikan keampuhan sistem pencari terbaru dari rudal tersebut.

Dilansir dari USNI.org, ESSM Blok 2 itu berhasil mencegat target udara BQM-74E dengan panduan pencari aktifnya, teknologi utama yang membedakan Blok 2 itu dari pemandu semi-active ESSM Blok 1 yang ada dalam layanan. Pada ESSM Blok 2 akan memiliki sistem panduan aktif dan juga semi-aktif.

“Tes penerbangan ini sangat penting untuk menunjukkan teknologi ESSM Blok 2”, kata Kapten Bruce Schuette, manajer proyek Seasparrow untuk NATO.

“Saya sangat bangga dengan seluruh Tim Proyek Sea Seasparrow NATO, serta mitra industri kami untuk kegiatan lapangan dan fasilitas uji kami, untuk semua pekerjaan ekstensif yang dilakukan guna membuat acara ini sukses”, lanjutnya.

HARUS BACA :  Aksi KRI Diponegoro di Multilateral Exercise Kakadu 2018

Tes baru-baru ini adalah kelanjutan dari 2 tes penerbangan Controlled Test Vehicle pada bulan Juni 2017 untuk membuktikan kemampuan rudal saat diluncurkan. Akan ada tambahan 4 uji peluncuran lagi, menjelang produksi massal ESSM Blok 2.

Raytheon dianugerahi kontrak senilai $ 77-juta pada 18 Mei untuk memulai transisi dari teknik, perakitan dan pengembangan (EMD) menjadi manufaktur, fabrikasi dan produksi tingkat rendah.

Target udara (drone) BQM-74E Angkatan Laut AS © US Navy via Wikimedia Commons

Setelah produksi massal, ESSM Blok 2 ini akan membantu Angkatan Laut AS serta 11 mitra proyek Seasparrow NATO untuk mengatasi ancaman rudal jelajah anti-kapal yang semakin canggih saat ini.

HARUS BACA :  Meksiko Borong Rudal dan Torpedo dari Amerika

Menurut Angkatan Laut, ESSM saat ini “menyediakan kemampuan pertahanan diri yang andal terhadap rudal jelajah anti-kapal berkecepatan tinggi, ketinggian rendah (ASCM), ancaman udara kecepatan rendah (LVAT) seperti helikopter dan ancaman permukaan yang bermanuver.

ESSM yang saat ini dikerahkan telah membuktikan dirinya efektif dalam pertempuran pada bulan Oktober 2016, ketika kapal perusak rudal USS Mason (DDG-87) Amerika menembakkan sebuah rudal ESSM dan dua rudal SM-2 untuk mencegat rudal jelajah anti-kapal yang ditembakkan oleh pasukan Houthi.

HARUS BACA :  WFQR Koarmabar Gagalkan Penyelundupan Ribuan Handphone dari Singapura

ESSM Blok 2 ini kemungkinan akan digunakan di fregat Angkatan Laut masa depan untuk pertahanan diri atau untuk mempertahankan kapal logistik yang dikawal oleh fregat. ESSM Blok 2 juga dapat ditempatkan di kapal apa pun dengan Sistem Peluncur Vertikal Mk 41, yang dapat memuat hingga empat rudal ESSM dalam satu sel VLS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here