Tokyo Cari Solusi untuk Masalah Teritorial Rusia-Jepang

Militer.or.id – Tokyo Cari Solusi untuk Masalah Teritorial Rusia-Jepang.

Map of the Kuril islands and adjacent Hokkaido and Kamchatka. (photo: Researchgate.net – Modified from Wikimedia Commons)

Tokyo, Militer.or.id – Pemerintah Jepang akan terus berusaha menyelesaikan masalah teritorial dengan Rusia dan menandatangani perjanjian damai atas dasar pendekatan yang akan diterima kedua pihak, ujar Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga kepada wartawan pada konferensi pers reguler, Senin 3-9-2018 di Tokyo, dirilis TASS.

HARUS BACA :  Menteri Agama RI Meminta Myanmar Hormati Rohingya

“Kami akan berusaha menyelesaikan masalah teritorial dan menandatangani perjanjian damai berdasarkan ide yang berorientasi masa depan, yang menurutnya Jepang dan Rusia akhirnya akan dapat menemukan opsi yang akan diterima oleh kedua pihak,” ujar Yoshihide Suga .

Yoshihide Suga menekankan bahwa fakta bahwa Rusia “meningkatkan kehadiran militernya di empat pulau Utara” bertentangan dengan sikap Jepang. “Dengan menggunakan berbagai peluang, kami mengeluarkan protes tentang keadaan tersebut.

HARUS BACA :  Perusahaan Israel Ungkap Rudal Jarak Jauh Terbaru
HARUS BACA :  Senate Committee Recommends Buying Another Fighter as "Hedging Strategy’for F-35A Acquisition

Untuk menyelesaikan masalah ini secara mendasar, perlu untuk menyelesaikan masalah wilayah Utara (itulah yang Jepang sebut Kepulauan Kuril Selatan Rusia – TASS) secara umum,” kata Yoshihide Suga.

Rusia dan Jepang telah dalam pembicaraan untuk menandatangani perjanjian damai sejak pertengahan abad ke-20. Batu sandungan utama untuk mencapai ini adalah kepemilikan Kepulauan Kuril Selatan. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Kepulauan Kuril dimasukkan ke dalam Uni Soviet. Namun, kepemilikan Iturup, Kunashir, Shikotan Islands dan Kepulauan Habomai sedang ditantang oleh Jepang.

HARUS BACA :  Pengiriman S-400, S-300, Su-57. Pesan untuk AS & Israel - Pengamat

Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan beberapa kali bahwa kedaulatan Rusia atas pulau-pulau itu tidak diragukan lagi. Pada tahun 1956, Uni Soviet dan Jepang menandatangani deklarasi bersama untuk menghentikan keadaan perang, tetapi tidak ada perjanjian damai yang ditandatangani sejauh ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Perusahaan Israel Ungkap Rudal Jarak Jauh Terbaru

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  TNI AU akan Upgrade Kemampuan Pesawat T-50i