AS Tidak Akan Bekerja Sama dengan Rusia di Idlib

Militer.or.id – AS Tidak Akan Bekerja Sama dengan Rusia di Idlib.

Pasukan Koalisi yang memberikan dukungan kepada Syrian Democratic Forces yang sedang berlatih di Dawr az Zawr, Syria,  20  Juli 2018. (U.S. Air Force photo by Staff Sgt. Corey Hook)

Washington, Militer.or.id  – AS siap untuk mengedepankan rencananya sendiri untuk secara efektif memerangi terorisme di Suriah dan tidak akan bekerja sama dengan Rusia mengenai masalah ini, Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan, dirilis Sputniknews.com, Sabtu 8-9-2018.

HARUS BACA :  Pangarmabar Terima Kunjungan Pangab Singapura

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sebelumnya bahwa teroris di kota Idlib yang dikuasai pemberontak telah hampir menyelesaikan persiapan mereka untuk provokasi yang melibatkan senjata kimia.

“Pejabat militer AS percaya ada cara yang lebih efektif untuk melakukan operasi kontraterorisme daripada operasi konvensional utama di Idlib. Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford, mengatakan Amerika Serikat tidak berbicara tentang kerja sama, tetapi tentang menggunakan kemampuan AS untuk menemukan teroris – bahkan di lingkungan perkotaan – dan menghabisi mereka dengan korban sipil minimal, ” kata Departemen Pertahanan AS, mengutip Jenderal Joseph Dunford.

Menurut Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford, dia belum berbicara dengan rekannya dari Rusia, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov, sejak krisis di Idlib dimulai dan bahwa dia tidak berencana untuk berkomunikasi dengannya.

HARUS BACA :  Laksamana Ade Supandi Menjajal Jet Ski di Kasal Cup 2017
HARUS BACA :  Pangarmabar Terima Kunjungan Pangab Singapura

Juru bicara Pentagon juga melaporkan bahwa, menurut perkiraan, sekitar 20-30 ribu teroris telah memasuki Idlib untuk “bersembunyi di antara ratusan ribu orang” yang telah melarikan diri dari kekerasan di wilayah lain Suriah.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Korea Selatan Akan Beli Dua Sistem Radar Israel

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Elbit Systems Kirim Simulator M-346 ke Polandia