Rakyat Iran Khawatir Atas Dampak Sanksi Baru AS

Militer.or.id – Rakyat Iran Khawatir Atas Dampak Sanksi Baru AS.

Rudal Shahab-3 Iran. (photo: Hossein Velayati – ypa.ir via commons.wikipesia.org)

Dubai, Militer.or.id    –   Masyarakat Iran merasa takut akan dampak yang lebih menyakitkan lagi atas biaya hidup setelah sanksi-sanksi baru Amerika Serikat berlaku pada Senin 5-11-2018, mulai dari usaha-usaha membeli bahan-bahan mentah hingga ketidakmampuan orang-orang sakit dan lanjut usia untuk membeli obat-obatan, dirilis  Antara pada Minggu 4-11-2018

Amerika Serikat pada Senin akan menerapkan kembali pembatasan pada sektor perbankan dan perminyakan Iran sebagai upaya untuk mengendalikan kegiatan nuklir, peluru kendali, dan regional musuh bebuyutannya itu. Penguasa Iran telah meremehkan langkah AS tersebut, tapi banyak orang biasa di negara itu tampak merasa khawatir.

HARUS BACA :  Czechoslovak Group Investasi 100 Juta Dolar Bangun Industri Pertahanan

“Semua harga naik tiap hari.  Saya tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi setelah 13 Abad (4 November 2018). Saya takut. Saya khawatir. Saya merasa putus asa,” kata Pejman Sarafnejad, 43 tahun, guru sekolah dasar dan ayah dari tiga anak di Teheran. “Saya bahkan tak dapat membeli beras untuk memberi makan tiga anak saya atau bayar kontrakan.”

HARUS BACA :  S-300 dan S-400 Dioperasikan Pada Latihan Vostok 2018
HARUS BACA :  Marsda TNI Imran Baidirus Menjabat Pangkohanudnas

Perjuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin sukar selama berbulan-bulan belakangan ini. Ekonomi terpukul akibat pemberlakuan kembali gelombang pertama sanksi oleh AS pada Agustus 2018, setelah Washington keluar dari perjanjian nuklir dengan Teheran dan kekuatan-kekuatan dunia pada Mei 2018.

Semua jenis bisnis luar negeri, mulai dari perusahaan-perusahaan minyak, perdagangan hingga perkapalan, telah menghentikan bisnis mereka dengan Iran karena takut terkena penalti yang AS berlakukan.

HARUS BACA :  Australia Approves NASAMS for Short Range GBAD

“Saya sangat bimbang karena sudah terjadi kekurangan sejumlah barang di pasar dan nilai Rial (mata uang Iran) sudah turun banyak,” kata seorang pemilik toko kelontong di Teheran.

“Apa yang akan terjadi setelah pemberlakukan sanksi-sanksi baru” Kepemimpinan Iran mengatakan Teheran tak akan tunduk pada tekanan untuk menghentikan program-program peluru kendali atau mengubah kebijakan regionalnya.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Infoglobal Di Indo Defence 2018

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Sistem Rudal S-350E Vityaz, Murah dan All in One