Donald Trump Tunjuk Jenderal (Purn) sebagai Dubes untuk Arab Saudi

0
254

John Abizaid. (Erin A. Kirk-Cuomo via commons.wikimedia.org)

Washington, Militer.or.id    –    Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa 13-11-2018 menunjuk seorang mantan jenderal Angkatan Darat sebagai duta besar untuk Arab Saudi, dirilis Antara,  Rabu 14-11-2018.

Pencalonan Dubes itu diungkapkan pada saat Washington menghadapi tekanan untuk mengambil langkah atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Gedung Putih mengatakan Trump telah memilih John Abizaid, jenderal bintang empat Angkatan Darat yang memimpin Komando Pusat AS selama Perang Irak, sebagai duta besar Washington di Riyadh.

HARUS BACA :  Prancis-Polandia Bantu Turki Lewati Larangan Ekspor AS

John Abizaid harus terlebih dahulu dikukuhan oleh Senat AS untuk resmi menjabat sebagai duta besar. Selain skandal pembunuhan Khashoggi, Washington juga bergulat dengan kritik yang dilancarkan para anggota parlemen AS menyangkut dukungan AS atas campur tangan militer Arab Saudi dalam perang saudara di Yaman.

Sejak Trump mulai menjabat sebagai presiden pada Januari 2017, Amerika Serikat belum mempunyai Duta Besar untuk Arab Saudi. Khashoggi, penulis kolom Washington Post yang bersikap kritis terhadap para pemimpin Saudi, dibunuh pada 2 Oktober 2018.

HARUS BACA :  Satgas TNI Konga 39-A RDB MONUSCO Bertugas ke Kongo

Arab Saudi pada awalnya membantah mengetahui atau terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, namun seorang jaksa penuntut umum Saudi kemudian mengatakan bahwa pembunuhan itu merupakan aksi yang telah direncanakan.

Trump telah menunjukkan keengganan untuk menghukum Arab Saudi pada aspek ekonomi, dengan mengacu pada pembelian peralatan militer dan investasi bernilai multimiliar dolar oleh Arab Saudi di perusahaan-perusahaan Amerika.

HARUS BACA :  Irak, Iran, Turki Siap Ambil Tindakan Atas Referendum Kurdi

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton mengatakan, Selasa 13-11-2018, menurutnya rekaman-rekaman pembunuhan Khashoggi, yang diberikan oleh Turki, melibatkan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Abizaid saat ini merupakan anggota tamu Hoover Institution pada Universitas Standford serta bekerja sebagai konsultan pribadi untuk JPA Associates, kata Gedung Putih.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here