Mengenal Negara Pembuat Rudal Udara ke Udara Gen-5

ilustrasi: Maket rudal udara ke udara jarak menengah

Militer.or.id. Tidak banyak negara yang mampu membuat peluru kendali alias misil udara ke udara. Generasi pertama (Gen 1) rudal udara ke udara dibuat oleh Amerika Serikat dengan nama Sidewinders yang diluncurkan tahun 1956 dan masuk menjadi arsenal USAF pada tahun 1964.

Sebelumnya Jerman memang telah mengembangkan rudal udara ke udara dengan nama Henschel Hs 298 pada tahun 1940-an di masa Perang Duania Kedua. Namun rudal ini tidak pernah operasional.

Masuk ke Generasi ke empat. Rusia memunculkan R-73 (AA-11 Archer) pada tahun 1985 yang menandai rudal generasi baru untuk dogfight. Rudal ini Itu memiliki bidang pandang yang lebih luas dan dapat diarahkan ke target menggunakan pandangan yang dipasang di helm. Ini memungkinkannya untuk diluncurkan pada target yang seharusnya tidak akan dilihat oleh rudal generasi yang lebih tua yang umumnya menatap ke depan sambil menunggu untuk diluncurkan. Kemampuan ini, dikombinasikan dengan motor yang lebih kuat yang memungkinkan misil untuk melakukan manuver melawan target penyeberangan dan meluncurkan pada rentang yang lebih besar, memberikan pesawat peluncuran meningkatkan kebebasan taktis.

HARUS BACA :  Kunjungan Komandan KRI Bima Suci di Sri Lanka

Kini rudal udara ke udara telah berkembang menjadi Generasi ke-5. Karakteristik generasi terbaru rudal (jarak pendek) ditentukan oleh kemajuan teknologi pencari, dengan adanya electro-optical imaging infrared (IIR) memungkinkan misil untuk “melihat” gambar daripada “titik” tunggal radiasi inframerah (panas). Sensor yang dikombinasikan dengan pemrosesan sinyal digital yang lebih kuat memberikan manfaat:

HARUS BACA :  Brigjen TNI Marga Taufik Jabat Pangdivif 2 Kostrad

Kemampuan infrared counter countermeasures (IRCCM) yang lebih besar, dengan mampu membedakan pesawat dari tipuan (IRCM) seperti flare.

Sensitivitas yang lebih besar berarti jangkauan yang lebih besar dan kemampuan untuk mengidentifikasi target terbang rendah yang lebih kecil seperti UAV.

HARUS BACA :  Kasal Lepas Pasukan TNI AL di Kesatrian Marinir

gambar target yang lebih rinci memungkinkan penargetan bagian-bagian pesawat yang lebih rentan daripada hanya menempatkan pada sumber inframerah paling terang (exhaust).

Rudal udara-ke-udara secara luas dimasukkan ke dalam dua kelompok. Rudal yang dirancang untuk menghadapi pesawat lawan pada jarak kurang dari 30 km dikenal sebagai rudal jarak pendek atau “dalam jangkauan visual” (SRAAM atau WVRAAM) dan kadang-kadang disebut rudal “dogfight” karena mereka dirancang untuk mengoptimalkan kelincahan mereka daripada jangkauan. Kebanyakan menggunakan panduan inframerah dan disebut rudal pencari panas.

Sebaliknya, rudal jarak menengah atau jauh (MRAAM atau LRAAM), yang keduanya termasuk kategori di luar jangkauan visual misil (BVRAAMs), cenderung bergantung pada panduan radar, yang ada banyak bentuk. Beberapa yang modern menggunakan panduan inersia dan / atau “mid-course updates” untuk mendapatkan rudal cukup dekat untuk menggunakan sensor yang aktif.

HARUS BACA :  Latihan Kerja Sama Pasukan TNI, Menduduki Sasaran di Pulau Selaru

Dan berikut jenis jenis rudal udara ke udara generasi ke-5 yang dibuat sejumlah negara:

Jerman: IRIS-T – German lead consortium (2005–)
Rusia: R-73 (missile) M2 (“AA-11 Archer”) (1983)
Rusia: R-77 M1 (“AA-12 Adder”) (1994)
Rusia: R-37 (missile)
Rusia: Novator KS-172 AAM-L

HARUS BACA :  Kunjungan Komandan KRI Bima Suci di Sri Lanka

Prancis: MICA (missile)
Amerika Serikat: AIM-9X Sidewinder – (2003–)
Amerika Serikat: AIM-120 AMRAAM – United States (1990s-)
India: ASTRA

Israel: Python 5
Afrika Selatan dan Brazil: A-Darter (under development)
China: PL-12, PL-10
Jepang: AAM-5
Eropa: MBDA Meteor – (2000s – under development and starting production).

sumber: Wikipedia.org

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Pelanggaran Wilayah Udara RI Turun Drastis

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here