Angkatan Laut AS Kirim Dua Kapal Melalui Selat Taiwan

ilustrasi: Kapal selam Amerika Serikat. (pixabay.com)

Amerika Serikat mengirim dua kapal Angkatan Laut melalui Selat Taiwan dalam operasi ketiga. Pelayaran pada hari Rabu ini akan menambah ketegangan dengan Cina, tetapi kemungkinan akan dilihat di Taiwan yang dikuasai sendiri sebagai tanda dukungan dari pemerintah Presiden AS Donald Trump di tengah meningkatnya gesekan antara Taipei dan Beijing.

“Perjalanan kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Armada Pasifik AS dalam sebuah pernyataan. “Angkatan Laut AS akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan.”

HARUS BACA :  Drum Band Pasukan Garuda Indobatt Pukau Warga Lebanon

Seorang pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kapal-kapal Cina menegaskan “kehadiran” selama pelayaran hari Rabu, tetapi semua interaksi antara kedua angkatan laut “aman dan profesional”.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pasukan pulau itu memantau dua kapal di selat dan itu adalah transit normal melalui perairan internasional.

Tidak ada reaksi langsung dari Cina. Sebelumnya, Beijing melayangkan protes setelah Angkatan Laut AS berlayar melalui Selat Taiwan pada 22 Oktober, yang dianggap sebagai penghinaan terhadap kedaulatannya.

HARUS BACA :  Marinir Indonesia Ajari Marinir Amerika Bertahan Hidup Di Hutan
HARUS BACA :  Ukraina Cari Mitra untuk Kembangkan Helm LimpidArmor

Washington tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan, yang diklaim Cina sebagai “provinsi yang memisahkan diri”, tetapi terikat oleh hukum untuk membantu pulau itu mempertahankan diri dan merupakan sumber utama senjata.

Cina telah meningkatkan tekanan untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau itu.

Taiwan hanyalah salah satu dari sejumlah besar flashpoint dalam hubungan AS-Cina, yang juga termasuk perang dagang, sanksi AS, dan postur militer Cina yang semakin kuat di Laut Cina Selatan.

HARUS BACA :  MMEA Conducts Trials of Fulmar UAV from First-of-Class NGPC

Sumber: Aljazeera

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Batalkan Black Shark, India Cari Torpedo Kelas Berat Lainnya