Keluarga Korban Mengakui Temukan Potongan Pesawat MH370

dok. Angkatan Laut AS membantu dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang. (US Navy)

Kuala Lumpur, Militer.or.id  –    Keluarga orang-orang yang hilang dalam penerbangan MH370 Malaysia Airlines tahun 2014 telah menemukan apa yang mereka yakini potongan-potongan baru dari pesawat dan akan menyerahkannya kepada pemerintah Malaysia pekan ini, dirilis Antara pada Rabu 28-11-2018.

Pesawat dengan penerbangan MH370 sedang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014, dengan membawa 239 orang, ketika hilang dan menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

HARUS BACA :  Satgas TNI Unamid Bangun Solar Cell Panel di Darfur

Para penyelidik Malaysia dan internasional meyakini jet itu berbelok ribuan mil keluar dari rute yang telah dijadwalkan sebelum akhirnya jatuh ke Samudera India. Tapi tak seorangpun mengetahui mengapa.

Secara keseluruhan 27 potongan pesawat telah dikumpulkan dari berbagai tempat di seluruh dunia tetapi hanya tiga kepingan sayap yang tersapu ditemukan di sepanjang pesisir Samudera India yang telah dikonfirmasi bagian dari MH370.

Keluarga terdekat mengatakan dalam pernyataan singkat pada Rabu 28-11-2018 mereka akan bertemu menteri perhubungan Malaysia pada Jumat 30-11-2018 “untuk menyerahkan potongan-potongan yang baru ditemukan”.

HARUS BACA :  Turki Harus Pilih Rusia atau Barat, Hapus S-400 - Senator AS
HARUS BACA :  Trump dan Xi Setuju Gencatan Perang Dagang

Calvin Shim, yang istrinya anggota awak pesawat itu, mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut berencana menyerahkan 5 potongan yang ditemukan di Madagaskar, tempat beberapa potongan ditemukan sebelumnya.

Potongan yang paling terbaru ditemukan pada Agustus 2018, katanya. Pada Mei 2018, Malaysia menghentikan pencarian tiga-bulan oleh perusahaan Ocean Infinity dari Amerika Serikat, yang menjelajahi kawasan seluas 112.000 km2 di bagian Selatan Samudera India dan berakhir tanpa penemuan yang signifikan.

HARUS BACA :  UI Juara ke-4 Hydrocontest 2017, Prancis

Sebelumnya Australia, China dan Malaysia melakukan pencarian di kawasan seluas 120.000 km2 dan menghabiskan dana senilai 144,80 juta dolar AS. Usaha itu berakhir tanpa hasil.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah mengatakan pada Mei 2018 bahwa negara itu akan mempertimbangkan kembali pencarian hanya jika ada petunjuk baru.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

HARUS BACA :  UI Juara ke-4 Hydrocontest 2017, Prancis

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Masalah Khashoggi Bukan Hanya Urusan Riyadh-Ankara – Militer.or.id

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here