Trump dan Xi Setuju Gencatan Perang Dagang

doc. President Trump with President Xi, commons wikipedia

Beijing, Militer.or.id    –    Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Cina Xi Jinping pada Sabtu 1-12-2018 sepakat bahwa tidak ada tarif “tit-for-tat”  baru akan diberlakukan setelah 1 Januari 2018 karena pembicaraan perdagangan berlanjut, kata media pemerintah Cina. Kemudian, Gedung Putih dan diplomat top Cina mengkonfirmasi informasi tersebut, dirilis pada 2-12-2018 oleh Sputniknews.com.

Saluran televisi CGTN mengatakan kedua pemimpin telah membuat pengaturan pada pertemuan di Buenos Aires, yang menjadi tuan rumah KTT Kelompok 20 dari negara-negara industri yang paling maju.

Kemudian, Gedung Putih mengumumkan bahwa Cina dan AS setuju untuk mencoba mencapai kesepakatan tentang beberapa masalah perdagangan “dalam 90 hari ke depan.” Pernyataan itu mengatakan bahwa Donald Trump setuju untuk meninggalkan tarif pada produk Cina senilai $ 200 milyar dengan tingkat 10 persen, dan tidak menaikkannya menjadi 25 persen setelah 1 Januari 2018.

HARUS BACA :  Korea Utara Lakukan Uji Coba Bom Hidrogen

Gedung Putih juga menyatakan bahwa Cina akan setuju untuk membeli produk pertanian, energi, industri dan lainnya yang sangat substansial dari Amerika Serikat untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan. Gedung Putih mencatat bahwa pemerintah AS akan menaikkan tarif hingga 25% jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam perdagangan dalam 90 hari.

HARUS BACA :  Bakamla Tangkap 2 Kapal Vietnam di Perairan Tarempa

Sementara itu, konselor negara Cina Wang Yi juga mengumumkan bahwa Xi Jinping dan Donald Trump setuju untuk menghentikan pengenaan tarif perdagangan tambahan, lapor kantor Xinhua. “Kedua pemimpin mencapai konsensus untuk menghentikan penerapan tarif baru,” kata Wang. Menteri juga mengatakan bahwa Xi Jinping dan rekannya dari Amerika setuju untuk bertukar kunjungan pada waktunya.

HARUS BACA :  AS Ciptakan Replika Jet Tempur China Untuk Latihan

Cina dan Amerika Serikat telah terlibat dalam sengketa perdagangan besar menyusul pengumuman pengenaan bea masuk impor baja dan aluminium oleh Presiden AS Donald Trump pada bulan Maret 2018. Ketegangan semakin meningkat pada akhir Mei 2018 ketika Washington mengumumkan bahwa barang-barang Cina senilai $ 50 miliar akan dikenakan tarif 25 persen, yang mendorong pembalasan keras dari Beijing.

HARUS BACA :  Tradisi Penyerahan Brevet Penerbang 15 Calon Pilot Militer

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis 29-11-2018 bahwa pada malam KTT G20 di Argentina, Amerika Serikat dan Cina sedang mempertimbangkan sebuah kesepakatan di mana Washington akan menunda pengenaan tarif di masa depan sebagai ganti pembicaraan mengenai perbaikan besar-besaran terhadap praktik ekonomi dan perdagangan Cina.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

HARUS BACA :  Pengiriman Pasukan ke Myanmar Butuh Resolusi PBB
Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Korea Utara Lakukan Uji Coba Bom Hidrogen

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here